kumparan
27 Mar 2018 17:48 WIB

Bos Grab Indonesia Angkat Bicara soal Demo Tarif Murah Ojek Online

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab ID. (Foto: Grab)
Kawasan Istana Negara, Jakarta, dipenuhi kerumunan mitra pengemudi ojek online dari Go-Jek, Grab, dan Uber, pada Selasa (27/3) ini. Mereka melakukan demonstrasi untuk mengajukan sejumlah tuntutan, yang salah satunya adalah keluhan mengenai tarif yang dianggap terlalu rendah.
ADVERTISEMENT
Menanggapi aksi para pengemudinya, pihak Grab Indonesia angkat bicara. Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, mengatakan perusahaan menghargai aksi penyampaian pendapat para mitra pengemudinya dan mengaku selalu membuka komunikasi dengan para driver.
"Grab selalu membuka jalur komunikasi dua arah secara rutin untuk menerima aspirasi, umpan balik, dan masukan dari para mitra pengemudi, baik melalui pertemuan tatap muka seperti forum dan kunjungan ke basecamp para mitra, maupun akun media sosial, blog, bahkan membuka grup pesan instan antara mitra pengemudi dan tim operasional Grab," jelas Ridzki, dalam pernyataan resmi.
Peserta aksi demo Ojek Online (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Aksi demo Ojek Online di Monas (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Ridzki menuturkan, Grab menghargai kerja keras para mitra pengemudi dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudinya.
Dari lokasi demonstrasi, empat orang perwakilan driver ojek online mendapatkan kesempatan untuk menemui Presiden Joko Widodo. Mereka mengeluhkan tarif yang diterapkan perusahaan ojek online masing-masing dinilai terlalu rendah.
ADVERTISEMENT
Mendengar keluhan tersebut, Jokowi mengatakan telah memerintah Menteri Perhubungan Budi Karya dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk mengadakan pertemuan dengan para pimpinan perusahaan online bersangkutan.
"Saya perintahkan kepada Menhub, Menkominfo, untuk besok mengumpulkan aplikator-aplikator. Diundang plus termasuk driver-drivernya diajak bicara. Intinya dicari jalan tengah agar tidak merugikan," ucap Jokowi, di Istana Negara, Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (27/3).
Jokowi menegaskan harus ada patokan tarif batas bawah dan atas terkait tarif ojek online.
Pengemudi ojek online Uber dan Grab di Jakarta. (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Tuntutan lainnya dari aksi demonstrasi ini adalah permintaan dari para ojek online agar mereka diakui sebagai layanan transportasi yang sah. Itu dikarenakan, untuk taksi online sendiri sudah ada aturannya yang tertera pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 108 Tahun 2017.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan