Pencarian populer

BSSN Bikin Website Pemantau Serangan Siber di Indonesia

Mencari restoran halal di internet Foto: Thinkstock

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi meluncurkan situs yang menampilkan peta serangan siber di Indonesia. Peluncuran situs yang dinamakan Honeynet ini merupakan bentuk kerja sama antara BSSN dan Honeynet Project. Situs Honeynet BSSN tersebut menggunakan sistem honeypot untuk mendeteksi lebih dini serangan-serangan siber yang datang ke Indonesia. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi serangan siber yang berbahaya.

Honeypot (HP) adalah sistem yang dirancang untuk memikat penyerang. Sistem ini mempunyai fungsi dan memberikan interaksi yang sama dengan sistem yang aslinya sehingga penyerang tidak menyadari sudah masuk dalam perangkap. Interaksi penyerang dengan HP akan direkam sehingga informasi tersebut dapat menjadi sumber informasi penting dalam mempelajari teknik yang digunakan penyerang.

Kini, masyarakat Indonesia bisa memantau peta serangan siber di dunia dan Indonesia lewat alamat honeynet.bssn.go.id.

Screenshot tampilan utama situs Honeynet BSSN. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Di situs tersebut, masyarakat bisa melihat peta dunia yang menggambarkan intensitas serangan dari negara lain ke Indonesia, peta Indonesia yang menggambarkan tingkat serangan siber setiap provinsi, dan tren malware (memperlihatkan jenis malware yang paling banyak menyerang Indonesia).

"Honeynet bertujuan mempelajari teknis serangan yang terus berkembang. Seperti (salah satunya) serangan IP Address," ujar Djoko Setiadi, Kepala BSSN, dalam acara peluncuran situa Honeynet BSSN di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

"(Honeynet BSSN) sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi seluruh bangsa dan negara. (Dengan Honeynet) BSSN ingin menjadi kompas untuk memudahkan Indonesia membaca landscape siber dunia," tambahnya.

Djoko Setiadi, Kepala BSSN Foto: REUTERS/Darren Whiteside

Selain itu, data lain yang ditampilkan dalam situs tersebut adalah live feed (memperlihatkan informasi serangan siber yang terjadi secara real time), peringkat serangan (memperlihatkan negara yang paling banyak melakukan serangan siber ke Indonesia), dan rentang waktu (memperlihatkan grafik intensitas jumlah serangan yang terjadi per satuan waktu).

Data-data ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh publik mengenai ancaman siber secara nasional maupun global, sehingga dapat dijadikan sebagai informasi dan prediksi jenis serangan dengan diketahui identitas penyerang, behaviour penyerang, serta metode kebutuhan untuk penanggulangan berdasarkan hasil deteksi melalui Honeynet Project.

"Perangkat Honeypod tujuannya mendeteksi serangan, jadi di belakangnya bisa melakukan proteksi. BSSN punya tim yang khusus melakukan proteksi itu," jelas Charles Lim, Honeynet Project Chapter Lead dan Head of Cyber Security Swiss German University.

Charles Lim, HoneyNet Chapter Lead Foto: Jofie Yordan/kumparan

Charles memaparkan untuk saat ini Honeynet menganalisis apa yang ingin dilakukan para hacker lewat serangan siber yang dilancarkan. Nantinya, Charles mengungkapkan Honeynet juga ingin mengungkap sosok-sosok yang ada di balik serangan tersebut.

Sejak tahun 2014 sampai 2018, sensor HP telah dipasang pada 21 titik yang tersebar pada enam provinsi di Indonesia. Ke depannya, BSSN ingin menyebar sensor Honeypot di 34 provinsi di seluruh Indonesia agar proses deteksi dini serangan siber bisa diantisipasi lebih baik lagi, terutama malware.

Penyebaran sensor ke 34 provinsi ini ditargetkan rampung pada tahun 2023.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23