kumparan
29 Nov 2018 14:59 WIB

Di Mana WhatsApp Akan Menempatkan Iklannya?

Ilustrasi WhatsApp Status. (Foto: iGlobalWeb via Pixabay)
Kabar mengenai rencana Facebook menempatkan iklan di aplikasi WhatsApp telah santer terdengar belakangan ini. Hal ini dilakukan Facebook untuk mencari 'lahan' baru demi meningkatkan pendapatannya.
ADVERTISEMENT
Tentunya ini menjadi kabar buruk bagi para pengguna WhatsApp. Pasalnya, selama ini para pengguna nyaman-nyaman saja menggunakan aplikasi tersebut untuk bertukar pesan dan bebas dari tampilan-tampilan iklan yang mengganggu.
Tapi sepertinya para pengguna harus 'ikhlas' jika nantinya iklan benar-benar hadir di WhatsApp. Kabarnya iklan di WhatsApp akan segera digulirkan secara global dalam waktu dekat.
Lalu di mana WhatsApp akan menempatkan lapak bagi para pengiklannya?
Menurut laporan WABetaInfo, WhatsApp akan menempatkan iklannya di fitur Status, yang mirip Stories di Instagram. Dengan begitu, WhatsApp mengadopsi penempatan iklan yang sama seperti Instagram.
Namun, sejauh ini belum diketahui apakah konsep iklannya berdasarkan target atau tidak.
Aplikasi pesan instan WhatsApp. (Foto: Dado Ruvic/Reuters)
WhatsApp sendiri menerapkan sistem enkripsi dalam pertukaran pesannya untuk menjaga privasi pengguna. Sejauh ini sistem itu masih dipertahankan sehingga Facebook belum bisa memanfaatkan data pertukaran pesan pengguna untuk memaksimalkan iklannya.
ADVERTISEMENT
Tapi, Facebook bisa saja memanfaatkan nomor telepon yang terhubung dengan profil Facebook. Dengan begitu, maka raksasa media sosial itu bisa menerapkan iklan bertarget berdasarkan aktivitas pengguna di dalam aplikasi-aplikasi miliknya.
Kabarnya, WhatsApp di perangkat iOS akan lebih dahulu kedatangan iklan dibandingkan versi Android.
Bukan hanya pengguna yang kecewa dengan rencana penempatan iklan di WhatsApp ini, tapi juga para petinggi perusahaan.
Jan Koum dan Brian Acton. (Foto: Sequoia Capital via Wikimedia Commons)
Rencana Facebook untuk memonetisasi WhatsApp sebenarnya banyak ditentang oleh para petinggi WhatsApp. Brian Acton, salah satu pendiri WhatsApp, menjadi salah satu sosok yang vokal menentang rencana ini hingga dirinya memutuskan untuk mundur dari perusahaan.
Rekannya ketika mendirikan WhatsApp, Jan Koum, juga mundur dari posisinya sebagai CEO WhatsApp beberapa bulan lalu. Meski tidak diungkap, diyakini alasan Koum keluar dari Facebook sama dengan Acton.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan