Pencarian populer

Donald Trump Kritik Twitter karena Jumlah Follower-nya Sedikit

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto: REUTERS/Carlos Barria

Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, merasa kesal dengan media sosial Twitter. Trump menuduh Twitter telah membatasi akun resmi miliknya untuk mendapatkan jumlah pengikut atau follower yang banyak.

Menurut Trump, akun Twitter miliknya memiliki lebih sedikit pengikut dari yang ia harapkan. Twitter membuat pengguna sulit untuk mengikuti dua akun milik Trump dengan nama @realDonaldTrump dan @POTUS yang masing-masing memiliki kurang dari 100 juta pengikut.

Kritiknya terhadap Twitter disampaikan melalui tweet yang ia posting pada Rabu (23/4). Ia mengatakan, Twitter melakukan tindakan diskriminatif.

"Sangat diskriminatif, sulit bagi orang untuk mendaftar. Terus mengeluarkan orang dari daftar. Keluhan besar dari banyak orang," tulisnya yang juga mengutip pernyataan seorang presenter bernama Maria Bartiroma yang menyebutkan, "hal terbaik yang pernah terjadi pada Twitter adalah Donald Trump".

Twitter juga dikritik karena media sosial yang dipimpin oleh Jack Dorsey itu disebut bermain politik. Tidak hanya itu, Trump juga menyampaikan Twitter telah menurunkan jumlah pengikut akun miliknya.

Twitter. Foto: Reuters

Beberapa waktu belakangan ini, Twitter secara teratur menghapus akun-akun yang digunakan untuk spam atau melanggar aturan, dan kadang-kadang mengarah pada penurunan jumlah pengikut yang cukup besar.

Twitter mengklaim bahwa penurunan tersebut hampir dialami oleh setiap akun-akun tokoh-tokoh terkenal, tidak hanya terjadi pada akun Donald Trump.

Respons CEO Twitter Jack Dorsey: Temui Langsung Trump

Menjawab kritik tersebut, akhirnya CEO Twitter Jack Dorsey melakukan pertemuan dengan Trump di Gedung Putih, AS. Pertemuan itu terjadi hanya beberapa jam setelah presiden mem-posting dua tweet yang mengkritik Twitter.

Dalam sebuah tweet yang melampirkan foto pertemuannya dengan Dorsey, Trump menyebut ini sebagai "pertemuan besar". "Banyak topik yang dibahas mengenai platform mereka, dan dunia media sosial pada umumnya," tulisnya.

Dorsey pun membalas tweet tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada Trump Ia juga menyakini bahwa Twitter akan membuat percakapan di platform-nya akan semakin lebih baik.

"Twitter ada di sini untuk melayani seluruh percakapan publik, dan kami bermaksud membuatnya lebih sehat dan lebih sopan," tulis CEO Twitter itu.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23