Pencarian populer
Facebook Dukung Pemilu Indonesia: Janji Hapus Akun Palsu dan Hoaks
Ilustrasi Facebook. (Foto: Dado Ruvic/Reuters)
Pengelola media sosial Facebook menyambut baik gelaran pemilihan umum di Indonesia yang berlangsung pada 17 April 2019. Sebagai bentuk dukungan terhadap pesta demokrasi ini, Facebook membentuk program Integritas Pemilihan Umum dengan sejumlah janji, terutama dalam hal menekan penyebaran berita palsu dan menghapus keberadaan akun palsu.
Cara ini akan dilakukan Facebook dengan memanfaatkan mesin kecerdasan buatan dan peninjauan oleh manusia, termasuk tenaga kerja yang menguasai betul bahasa Indonesia.
Dalam kontribusinya terhadap Pemilu 2019, Facebook berjanji akan menjalankan perannya melawan berita palsu di dalam platform. Cara pertama yang dilakukan adalah bekerja sama dengan mitra pemeriksa fakta pihak ketiga di Indonesia, yaitu Tirto, AFP, Liputan6, Kompas, Tempo, dan Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo).
Jika tim pemeriksa fakta mengidentifikasi suatu berita sebagai hoax, maka tim Facebook akan menekan distribusi atau penyebaran berita tersebut di News Feed atau Kabar Beranda, agar potensi keterbacaan konten tersebut diturunkan hingga 80 persen.
"Halaman dan domain yang kerap kali membagikan berita palsu juga akan dikurangi penyebaran beritanya, dan kemampuan mereka untuk monetize dan beriklan akan dihilangkan," kata Katie Harbath, Director, Global Politic & Government Outreach, Facebook, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (21/1).
Selanjutnya, jika ada pengguna yang mencoba membagikan atau telah membagikan berita yang dikategorikan sebagai hoaks, maka orang tersebut akan mendapatkan notifikasi dari Facebook.
Director Global Politic & Government Outreach Facebook, Katie Harbath (kedua dari kiri), Anggota Bawaslu, Fritz Siregar (tengah), dan VP Public Policy & Communications WhatsApp, Victoria Grand (kedua dari kanan). (Foto: Muhammad Fikrie/kumparan)
Facebook juga berjanji akan menghapus akun palsu yang dapat menjadi sumber berita palsu yang salah makna dan berbahaya. Dengan mesin kecerdasan buatan, Facebook akan mengidentifikasi pola aktivitas sampai mendeteksi konten yang dipublikasi berulang kali, atau kejanggalan dalam jumlah pembuatan konten.
Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini mengklaim telah menghapus sekitar 753,7 juta akun palsu secara global, yang 97 persen di antaranya telah dideteksi oleh Facebook sebelum dilaporkan oleh pengguna.

Kami memblokir jutaan akun palsu setiap hari dan kami terus membangun dan update sistem untuk membuatnya lebih cepat merespons dan melaporkan penyalahgunaan, mendetesi dan menghapus spam, mengidentifikasi dan menghapus akun palsu, dan mencegah akun dari penyusup.

- Facebook

Terakhir, perusahaan juga akan meninjau soal iklan digital di platform-nya, dengan cara menerapkan aturan yang lebih ketat, lebih transparan, dan responsif. Facebook bakal meninjai iklan dengan melakukan penilaian konten, hingga audiens yang menjadi target.
Facebook pun berjanji untuk tidak memberi izin terhadap halaman yang menyebarkan berita hoaks.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: