kumparan
15 Mar 2019 18:16 WIB

Facebook Hapus Akun Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan di Christchurch

Pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru Foto: Social Media Website/Handout via REUTERS TV
Platform media sosial Facebook dan Instagram telah menyingkirkan akun pelaku penembakan di dua Masjid di Christchurch, Selandia Baru, di saat umat Muslim sedang melaksanakan ibadah salat Jumat di sana. Penghapusan akun dilakukan platform setelah mendapatkan peringatan dari kepolisian setempat.
ADVERTISEMENT
Salah seorang pelaku penembakan yang teridentifikasi bernama Brenton Tarrant (28 tahun) menyiarkan aksi sadisnya lewat fitur live streaming di Facebook, memanfaatkan kamera aksi Go-Pro yang dipasang di kepalanya.
Facebook mengumumkan penghapusan akun dan video tersebut lewat akun Facebook Newsroom di Twitter. "Polisi memberi peringatan kepada kami atas video di Facebook sesaat setelah siaran langsung itu dibuat dan kami segera menghapus akun pelaku di Facebook dan Instagram," tulis cuitan tersebut.
Tarrant diketahui berdarah Australia. Dia fanatik supremasi kulit putih yang kerap mempublikasi status sebagai seorang fasis dan pendukung Oswald Mosley, politisi Inggris pendiri Serikat Fasis Inggris pada 1930-an.
Dia pernah mempublikasi tulisan berjudul: "Anti-imigran, anti-Muslim". Di sini dia menjelaskan sudah merencanakan penembakan sejak dua tahun lalu. Dari tulisan ini pula, dirinya mengaku tidak tertarik dengan dunia pendidikan, tidak pernah mendapat nilai bagus, dan pernah berinvestasi mata uang virtual di BitConnect yang hasilnya dipakai untuk jalan-jalan.
ADVERTISEMENT
"Saya hanyalah seorang kulit putih biasa dengan umur 28 tahun. Saya lahir di Australia dari keluarga dengan penghasilan menengah. Orang tua saya keturunan Skotlandia, Irlandia, dan Inggris. Tidak ada masalah dalam masa kecil saya."
Director of Policy Facebook untuk Australia dan Selandia Baru, Mia Garlick, menambahkan, perusahaan turut menghapus komentar yang bernada mendukung aksi tersebut. Dia menegaskan Facebook siap bekerja sama dengan aparat Selandia Baru selama penyeldikan berlangsung.
"Kami bergerak cepat menghapus akun Facebook dan Instagram dan juga video tersebut. Kami juga segera menghapus komentar yang mendukung terhadap aksi tersebut dan para penembak saat kami menemukannya," ujar Garlick.
Pelaku bernama Tarrant, saat ini sudah ditangkap oleh kepolisian Selandia Baru. Ada tiga orang lainnya yang juga sudah diamankan polisi, salah satunya perempuan.
ADVERTISEMENT
Tarrant pernah mempublikasi foto yang memperlihatkan majalah tentang senjata penembak. Kini akun Twitter Tarrant juga sudah disingkirkan. Tarrant mengatakan aksi penembakan ini dilakukan untuk menyebar rasa takut dan menghasut perilaku kekerasan pada kaum Muslim.
Polisi mengawal pria dari sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru Foto: AP Photo/Mark Baker
Hingga berita ini ditayangkan, penembakan sadis yang dilakukan di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood Ave, telah merenggut setidaknya 49 nyawa.
Pada saat penembakan berlangsung, diketahui ada 6 orang WNI di lokasi kejadian, 3 di antaranya berhasil menyelamatkan diri sementara 3 lainnya masih belum dapat terkonfirmasi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, mengkonfirmasi ada dua WNI yang terkena tembak di lokasi. Keduanya adalah ayah dan anak. Sang ayah tengah dirawat di ICU dan anaknya di ruang perawatan biasa. Belum diketahui usia dan identitas kedua korban tersebut. Satu WNI lainnya masih terus dicari kabarnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan