kumparan
15 Jun 2017 13:24 WIB

Instagram Minta Selebgram Beri Label Khusus untuk Konten Berbayar

Instagram. (Foto: USA-Reiseblogger via Pixabay (Public Domain))
Instagram adalah ladang uang bagi mereka yang disebut selebgram. Mereka mendapatkan uang dengan cara mempromosikan sebuah produk atau jasa, yang disampaikan lewat konten foto, video, atau Instagram Stories. Namun, banyak selebgram yang tidak mengungkapkan secara terang konten berbayar yang sedang mereka promosikan kepada para follower. Hal ini ternyata menjadi perhatian tersendiri bagi Instagram. Perusahaan tersebut ternyata sedang menyiapkan sebuah fitur untuk menandai sebuah konten berbayar yang dibagikan lewat Instagram. Nantinya, konten berbayar yang diunggah oleh selebgram, akan diminta untuk mencantumkan keterangan "Paid partnership with..." yang kemudian harus di-tag akun milik mitra perusahaan atau merek. Instagram mengatakan langkah ini membuat komersialisasi di platform-nya semakin transparan bagi pengguna. "Semakin banyak bentuk kemitraan di Instagram, dan oleh karena itu penting untuk memastikan masyarakat dapat dengan mudah mengenali seseorang yang mempublikasi konten berbayar," tulis Instagram dalam blog resmi perusahaan.
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Selebgram, atau selebtweet, bisa didefinisikan sebagai seorang influencer yang dinilai bisa memberi pengaruh terhadap para follower di media sosial. Ada juga yang menyebut mereka key opinion leader (KOL). Kekuatan mempengaruhi pasar inilah yang kemudian membuat selebgram sering digandeng perusahaan atau merek untuk mempromosikan produk juga jasa.
Loading Instagram...
Maraknya para selebgram ini telah menjadi sorotan pemerintah Indonesia, melalui Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, yang mulai mengidentifikasi selebgram adalah objek wajib pajak penghasilan (PPh) karena ada penghasilan yang mereka dapatkan. Di Amerika Serikat, lembaga yang mengurus perdagangan di sana, Federal Trade Commission (FTC), pada April lalu telah mengirim surat kepada 90 pengguna Instagram yang dinilai berpengaruh, untuk mengingatkan agar mereka "secara jelas dan mencolok mengungkapkan hubungan mereka dengan sebuah merek." Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan pemasaran Mediakix, sebanyak 93 persen konten berbayar yang diunggah oleh selebgram tidak diungkapkan secara jelas bahwa itu berbayar, yang berarti tidak diberi label secara jelas untuk para pengguna lain. Ini berarti, para pengguna Instagram atau Twitter yang terpapar konten berbayar itu, bisa beranggapan bahwa mereka sedang tidak melihat iklan. Nah, label atau tag baru yang disiapkan oleh Instagram ini, akan memecahkan masalah tersebut. Instagram berencana akan menyusun kebijakan resmi dalam waktu dekat untuk memberikan sanksi bagi mereka yang tidak mengungkap hubungan personal dengan merek.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·