kumparan
18 Mei 2019 11:42 WIB

Jepang Krisis Nomor Seluler 11 Digit

SIM card. Foto: PublicDomainPictures (CCO Creative Commons)
Pertumbuhan penjualan smartphone membuat penggunaan nomor telepon seluler atau SIM card semakin banyak. Terlebih lagi, makin banyak mesin yang memanfaatkan nomor seluler untuk mengoperasikan sebuah layanan. Ini membuat stok sumber daya nomor bisa habis, dan harus dirilis model penomoran baru.
ADVERTISEMENT
Kondisi itu dialami oleh Jepang yang mengalami krisis nomor seluler dengan panjang 11 digit. Kementerian Komunikasi Jepang memperkirakan, nomor seluler 11 digit akan habis pada 2022. Untuk mengatasi hal tersebut, tiga operator seluler, yaitu NTT Docomo, KDDI, dan SoftBank, akan mulai membuat nomor seluler sebanyak 14 digit sebelum akhir 2021.
Pemerintah akan mengeluarkan sebanyak 10 miliar nomor telepon 14 digit yang dimulai dengan angka '020', sebuah prefiks nomor seluler yang selama ini digunakan Jepang untuk perangkat Internet of Things alias IoT.
Meski baru diperkenalkan pada awal 2017, saat ini ada 32,6 juta nomor yang sudah dipakai dari total 80 juta nomor dengan awalan '020' yang telah ditetapkan pada akhir Maret 2019.
SIM card Foto: PublicDomainPictures (CC0 Creative Commons)
Jika jaringan 5G Jepang meluncur pada 2020, maka jumlah perangkat terkoneksinya akan meningkat dan nomor yang tersisa juga semakin cepat habis.
ADVERTISEMENT
Masalah ini bukan cuma melanda Jepang. Pada 2014, sejumlah area di Inggris mulai menggunakan kode area 5 digit, bahkan saat melakukan panggilan lokal. Hal ini harus dilakukan karena nomor-nomor di area tersebut sudah mulai habis.
Untuk mengatasi masalah itu, regulator telekomunikasi Inggris memikirkan kemungkinan untuk menghilangkan penggunaan kode area sepenuhnya dan beralih ke penggunaan jejaring telepon berbasis IP (internet protocol).
Jaringan 5G akan mendorong penetrasi mesin yang memanfaatkan SIM card. Tidak masalah jika mesin-mesin ini memakai nomor dengan digit yang panjang, karena sangat kecil kemungkinan nomor-nomor ini digunakan dalam keseharian pengguna.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan