Pencarian populer

Karyawan WhatsApp dan Facebook Disebut Tidak Akur

Ilustrasi Facebook dan Whatsapp (Foto: Reuters/Dado Ruvic)

WhatsApp dan Facebook awalnya adalah dua perusahaan teknologi yang terpisah dan juga memiliki lini bisnis yang berbeda. WhatsApp adalah aplikasi pesan instan, sementara Facebook adalah platform media sosial.

Keduanya bersatu pada 2014 lalu. Kesuksesan yang diraih WhatsApp membuat Facebook tertarik mengakusisi perusahaan yang didirikan oleh Brian Acton dan Jan Koum itu dengan mahar senilai 19 miliar dolar AS, sekitar Rp 223 triliun kala itu.

Bersatunya kedua perusahaan tersebut nyatanya menimbulkan hubungan kurang harmonis di antara para karyawannya. Terlepas dari perbedaan tentang model bisnis, tampaknya ada beberapa drama di antara karyawan Facebook dan WhatsApp atas fasilitas dan ruang bersama.

Ilustrasi Facebook. (Foto: Dado Ruvic/Reuters)

Menurut laporan The Wall Street Journal, perbedaan budaya dan filosofi perusahaan telah memunculkan gesekan di internal kantor antara beberapa karyawan Facebook dan WhatsApp.

Contoh, beberapa anggota tim WhatsApp dilaporkan tidak bisa mengakses restoran dan toko yang mengelilingi kantor mereka di Facebook HQ.

Ilustrasi Whatsapp (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)

Kemudian, ada juga laporan bahwa karyawan Facebook tidak senang ketika pegawai WhatsApp meminta kamar mandi yang lebih bagus dengan pintu yang langung menuju area kerjanya, dan membawa meja kantor lama mereka, yang lebih besar dari ukuran standar Facebook.

Ketegangan di antara mereka semakin terlihat ketika karyawan WhatsApp memasang poster pengumuman untuk mengecilkan suara di lorong kantor, yang kemudian direspons oleh pegawai Facebook dengan nyanyian 'Selamat Datang di WhatsApp - Diam!'.

The Wall Street Journal mencatat, tidak harmonisnya para karyawan ini merupakan imbas dari pertentangan para petinggi perusahaan. Koum dan Acton disebut sering berselisih paham dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg dan COO Facebook Sheryl Sandberg selama bertahun-tahun, sejak bersatunya perusahaan pada 2014.

Ditambah, ada tekanan dari Zuckerberg dan Sandberg untuk menjadikan WhatsApp sebagai platform pesan instan berbasis iklan, isu yang kemudian diyakini jadi alasan Koum memilih hengkang dari perusahaan beberapa waktu lalu.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: