kumparan
4 Sep 2018 19:18 WIB

Kominfo Anggarkan Rp 38 M untuk Kembangkan Talenta Teknologi Lokal

Menkominfo Rudiantara. (Foto: Kemkominfo/Twitter)
Era digital berkembang pesat dan Indonesia masih mengalami masalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang memadai di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berambisi untuk mengembangkan tenaga-tenaga ahli di bidang teknologi.
ADVERTISEMENT
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menjelaskan jumlah teknisi profesional lokal Indonesia yang ada saat ini jumlahnya masih kecil jika dibandingkan dengan jumlah populasi. Rudiantara mengatakan saat ini startup-startup unicorn di Indonesia lebih banyak mencari talenta di bidang teknologi dari luar negeri.
Menimbang masalah tersebut, Kominfo menambah anggaran sebesar Rp 38 miliar untuk pengembangan SDM vokasi dalam rangka Digital Economy dan Industry 4.0. Dalam program tersebut, setidaknya bakal ada 20 ribu pelajar bidang teknologi berprestasi yang akan terpilih untuk mengikuti program pemberdayaan tersertifikasi.
“Ada yang SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) yang sertifikasinya dilakukan oleh lembaga sertifikasi, kemudian ada yang melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi negeri. Jadi, lulusan SMA atau D3 nanti diberi pelatihan selama tiga bulan di perguruan tinggi,” jelas Rudiantara, saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta (4/9).
ADVERTISEMENT
Program ini menjadi salah satu fokus utama pembangunan teknologi oleh pemerintah pada 2019. Nantinya, para pelajar berprestasi akan mendapatkan pendidikan dalam bentuk short course berupa pelajaran coding hingga pelajaran seputar kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) selama tiga bulan.
Menkominfo Rudiantara (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Setelah lulus dalam program sertifikasi tersebut, Rudiantara mengatakan bahwa para angkatan pelajar muda bisa mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan teknologi di Indonesia.
“Jadi begitu selesai dengan sertifikatnya, dia bisa langsung masuk kerja di dunia teknologi karena kita kan kekurangan nih. Teknologinya maju jauh tapi sumber daya manusianya kurang cepet nyusulnya,” ujar Rudiantara.
Mendukung program pemberdayaan pelajar angkatan muda dalam bidang teknologi, Kominfo juga ingin melakukan kerja sama dengan pendiri Alibaba Group, Jack Ma, untuk membangun institusi pemberdayaan manusia di bidang teknologi yang rencananya disebut Jack Ma Institute.
ADVERTISEMENT
Selain edukasi untuk pengembangan sumber daya manusia, Rudiantara juga memiliki beberapa program untuk mendukung fokus pada pengembangan teknologi Indonesia pada 2019. Program itu di antaranya 1000 startup, program mak comblang startup dan investor Nexticorn, UMKM Go Online, roadmap e-commerce pada Perpres 74 Tahun 2017, dan Petani Nelayan Go Online.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan