kumparan
18 Apr 2019 20:17 WIB

Aplikasi BlackBerry Messenger Setop Layanan 31 Mei 2019

BlackBerry Messenger. Foto: Aditya Panji/kumparan
Salah satu layanan aplikasi pesan instan yang sempat populer di Indonesia, BlackBerry Messenger (BBM), dipastikan bakal berhenti beroperasi pada 31 Mei 2019. Berakhirnya perjalanan BBM di Indonesia ini telah diumumkan secara resmi lewat blog resmi BBM.
ADVERTISEMENT
"Hari ini kami mengumumkan bahwa BBM akan berhenti beroperasi pada 31 Mei 2019," tulis BBM, dalam blog resminya.
BBM dibangun pada tahun 2005 oleh BlackBerry Limited yang dahulu memproduksi ponsel merek BlackBerry. Perusahaan asal Kanada itu memberikan lisensi software dan hak kekayaan intelektual BBM kepada korporasi PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek Group), induk yang menaungi PT Surya Citra Mandiri (SCTV) dan Indosiar.
Sekarang, aplikasi BBM dikelola oleh Creative Media Works, sebuah divisi di Emtek Group. BBM menjelma jadi platform pesan dan jejaring sosial yang memfokuskan layanan serta kontennya untuk pasar Indonesia.
BlackBerry Messenger ditutup 31 Mei 2019. Foto: BlackBerry Messenger
Namun, jelas terlihat BBM saat ini sudah semakin ditinggalkan penggunanya di Indonesia, terutama setelah datangnya WhatsApp dan LINE. Hal ini diakui oleh pengelola BBM dalam pengumuman penutupan layanannya ini.
ADVERTISEMENT
"Tak dapat dipungkiri, industri teknologi begitu dinamis. Walau kami telah mengerahkan berbagai upaya, banyak pengguna memilih beranjak ke platform lain, sementara pengguna baru sulit untuk didapat," tulis BBM.
"Walaupun berat, kini telah tiba waktunya untuk kami pun beranjak," sambung tulisan tersebut.
Pesan terakhir dari BBM untuk para penggunanya adalah ucapan terima kasih dan mereka berharap para pengguna akan terus mengenang berbagai kenangan yang telah tercipta di BBM.
Mungkin ada dari kalian yang pernah bertemu jodoh di BBM? Jangan sedih dan ucapkan selamat tinggal untuk aplikasi pesan instan yang pernah sangat diandalkan ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan