Pencarian populer

Mengenal 4 Startup Pemenang The NextDev Competition 2017

Deretan pemenang The NextDev 2017 di Fox Theatre (Foto: Aditya Panji/kumparan)

Babak final kompetisi startup The NextDev 2017 yang diinisiasi oleh Telkomsel telah selesai dilaksanakan pada November lalu. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi sejak Juli 2017, terpilih empat startup terbaik, yaitu CekMata, Squiline, Karapan, dan Marlin Booking.

Keempat startup itu berhasil menyisihkan 16 finalis lainnya karena dianggap mampu memberikan solusi bagi masalah yang ada di masyarakat.

Dengan begitu, mereka berhak mendapatkan hadiah utama 7M. Bukan uang sebesar Rp 7 miliar yang didapat, melainkan 7 poin yang terdiri dari Market Access, Marketing, Mentoring, Management Trip Money, Monetizing, dan Match Expert.

Setelah ditetapkan sebagai pemenang, CekMata, Squline, Karapan, dan Marlin Booking, mendapatkan kesempatan untuk ikut program The NextDev Trip to Silicon Valley guna belajar bagaimana mengembangkan produk dan bisnis.

Deretan pemenang The NextDev 2017 di San Fransisco (Foto: Aditya Panji/kumparan)

Perjalanan mereka ke negara bagian California itu berlangsung pada 11 sampai 20 Februari 2018, untuk menghadiri konferensi Startup Grind Global Conference 2018 di Fox Theatre, Redwood City, dan dilanjutkan dengan mengunjungi sejumlah perusahaan teknologi di Silicon Valley.

Bersamaan dengan mereka, salah satu jurnalis kumparan (kumparan.com) berkesempatan mengikuti rangkaian acara tersebut.

Sebelum membahas lebih jauh soal kegiatan para pendiri startup tersebut di Silicon Valley, mari kita mengenal dulu profil perusahaan mereka.

1. CekMata

Startup CekMata. (Foto: Lidwina Win Hadi/kumparan)

CekMata adalah startup yang bergerak di bidang kesehatan berbasis teknologi asal Surabaya. Dipimpin oleh dokter Caesar L. Givani sebagai CEO, CekMata menciptakan sebuah aplikasi yang berfungsi untuk mendeteksi katarak sejak dini maupun akut dengan teknologi machine learning.

Tim CekMata (Foto: Aditya Panji/kumparan)

Caesar memimpin CekMata bersama dua rekannya, yaitu CTO Sylvester Albert dan CMO Ivan Sinarso.

Menurut mereka, orang yang mengalami kebutaan di Indonesia, paling banyak disebabkan oleh penyakit katarak. Padahal, penyakit ini bisa dideteksi dan ditangani sejak dini.

Startup asal Surabaya ini telah mengumpulkan 8.000 data mata manusia dan akan terus mengumpulkan, agar mesin pembelajarannya semakin pintar dan akurat dalam mendeteksi katarak.

2. Marlin Booking

Startup Marlin Booking. (Foto: Lidwina Win Hadi/kumparan)

Startup satu ini bergerak di bidang transportasi. Marlin Booking yang berasal dari Batam, mengembangkan aplikasi yang melayani pembelian tiket kapal ferry. Saat ini, layanannya sudah tersedia untuk pemesanan tiket dari Batam ke Singapura atau Malaysia.

Tentunya hal ini memudahkan masyarakat yang ingin 'menyeberang' ke Negeri Singa atau Jiran dengan mudah. Cukup membuka aplikasi Marlin Booking, mereka bisa memesan tiket kapal ferry secara digital.

Marlin Booking juga telah membuka destinasi baru, yaitu dari Bali ke Lombok, dan sebaliknya. Dalam waktu dekat mereka juga akan membuka sejumlah rute baru untuk mewujudkan ambisi pemain sebagai penyedia tiket transportasi laut terbesar di Indonesia.

Tim Marlin Booking (Foto: Aditya Panji/kumparan)

Jajaran pimpinan Marlin Booking terdiri dari Ali Sadikin Ma selaku CEO, Dede Saputra selaku CMO, dan Eko Syaiful Arifin selaku Head of Business Development.

3. Squline

Startup Squiline. (Foto: Lidwina Win Hadi/kumparan)

Edukasi merupakan salah satu bidang yang sangat penting, karena masyarakat butuh saluran pendidikan yang bisa diakses dengan mudah untuk pengetahuan. Salah satu startup pemenang The NextDev Competition 2017, Squline, bergerak di bidang edukasi.

Startup asal Jakarta ini membangun platform yang menyediakan pembelajaran bahasa asing, seperti Mandarin, Inggris, dan Jepang. Platform ini menerapkan metode real-time video call secara one on one antara pengguna dan guru bahasa.

Metode ini mempermudah kamu-kamu yang ingin belajar bahasa asing, dari mana saja dan kapan saja, menyesuaikan dengan waktu yang tersedia.

Tim Squline (Foto: Aditya Panji/kumparan)

Saat ini Squline telah memiliki sekitar 3.000 pengguna terdaftar. Dalam waktu dekat, perusahaan yang dipimpin oleh Tomy Yunus sebagai CEO ini, bakal membuka program khusus bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Tim ini juga diperkuat oleh Yohan Limerta selaku CTO, dan Margarita Tan memegang peran Chief Creative Officer.

4. Karapan

Startup Karapan. (Foto: Lidwina Win Hadi/kumparan)

Apabila kita mendengar kata 'Karapan', mungkin yang akan terlintas di pikiran kita adalah sapi atau kerbau. Ya, kata karapan memang familiar dengan dua hewan tersebut.

Sekarang ada startup bernama Karapan yang memang bergerak di bidang peternakan. Karapan didirikan di Surabaya, dengan produk andalannya yaitu sebuah platform e-commerce komoditas peternakan yang menyediakan produk dari peternak lokal berkualitas dan terjamin kehalalannya.

Apa yang ditawarkan Karapan ini memudahkan para pencari produk-produk ternak yang halal dan berkualitas, tanpa perlu kesulitan mencari ke sana ke sini lantaran semua bisa dilakukan secara online.

Tim Karapan (Foto: Aditya Panji/kumparan)

Badrut Tamam Hikmawan merupakan CEO dari Karapan, dan ia turut dibantu oleh Fajar Tawakal di posisi CMO, serta Dadang Sasmita sebagai CTO.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Kamis,23/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22