Pencarian populer

Nadiem Makarim: Go-Food Sudah Jadi Layanan Kirim Makanan Terbesar

CEO dan pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim. (Foto: Go-Jek)
Hadirnya layanan pemesanan makanan Go-Food di aplikasi Go-Jek membuat kita bisa berleha-leha di rumah ketika perut sedang lapar. Ya, layanan tersebut tentu memudahkan kita untuk memesan makanan ketika kita sedang malas bergerak ke luar rumah atau kantor.
ADVERTISEMENT
Terbukti, layanan ini menjadi salah satu yang paling digemari oleh para pengguna Go-Jek, bahkan disebut sebagai layanan pengiriman makanan terbesar di luar China. CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengungkapkan hal ini saat dirinya menghadiri acara Go-Food Festival pada Selasa (9/1) di pelataran Pasaraya Blok M, Jakarta,
"Sekarang kita adalah perusahaan food delivery terbesar di luar China tidak sampai 3 tahun. Kita bisa efektif karena menggunakan motorcycle, sekarang banyak (konsumen) yang sudah tidak bisa lepas dari Go-Food. Alhamdulillah ini membantu para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah)," kata Nadiem.
Menurut Nadiem, alasan Go-Food bisa menjadi besar dan ada 125 ribu merchant yang hadir di 50 kota adalah jumlah pengemudi Go-Jek yang sangat banyak saat ini. Hal itu membuat ekosistem di Go-Jek sudah terbangun yang tadinya ada batasan jarak kini tidak ada lagi berkat hadirnya Go-Food.
Layanan delivery makanan dari Go-Food. (Foto: Go-Jek)
Bahkan, Nadiem mengatakan Go-Food sudah menjadi kebutuhan karena rata-rata 30 persen omzet dari berbagai merchant itu bebrasal dari Go-Food.
ADVERTISEMENT
"Benefitnya itu macam-macam. Dulu, kalau buka restoran hanya oleh orang-orang kaya, sekarang itu menjadi mudah, banyak yang buka dari rumah jadi tidak mesti butuh tempat yang bagus, luas, karena sering kita temui banyak tempat makan kecil yang menggunakan Go-Jek sebagai pengirimannya. Tidak perlu lelah marketing, distribusi, karena ada Go-Jek, jadi bisa fokus untuk masak," paparnya.
Go-Food memang menjadi layanan laris manis dan salah satu yang terfavorit dari Go-Jek. Sebelumnya, Nadiem juga sempat mengungkapkan jika tingkat transaksi Go-Food lebih besar dari seluruh industri pemesanan makanan online di India.
"Itu pencapaian yang cukup dramatis menurut saya," ujar Nadiem.
Dari 125 ribu merchant Go-Food, 80 persen di antaranya adalah UMKM, sedangkan sisanya 20 persen oleh gerai-gerai ternama. Ke depannya, Nadiem juga menyebutkan bakal menghadirkan sebuah layanan baru bernama Go-Resto.
ADVERTISEMENT
Layanan ini adalah pengembangan bisnis Go-Food. Namun, Nadiem masih belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai detail dari layanan tersebut dan kapan bakal dirilis.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85