Pencarian populer
Tekno & Sains

Penjelasan Johar Alam Rangkuti soal Padamnya Data Center IDC

Ilustrasi rak server. (Foto: Heladodementa via Pixabay)

Data center milik Internet Data Center (IDC) Indonesia, yang berlokasi di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, mengalami gangguan teknis sejak pukul 14.00 pada Sabtu (6/10) yang menyebabkan sejumlah situs web besar di Indonesia tak bisa diakses.

Situs web yang terdampak pada gangguan ini antara lain Detikcom, Okezone(dot)com dan Merdeka(dot)com. Semua layanan mereka, baik aplikasi dan situs web, tidak bisa diakses oleh pengguna Internet.

Pendiri sekaligus Chairman IDC Indonesia, Johar Alam Rangkuti, akhirnya buka suara terkait penyebab padamnya IDC 3D (sebutan untuk data center IDC yang berlokasi di Duren Tiga). Berikut adalah penjelasannya Johar yang telah dirangkum kumparan.

Upgrade kapasitas daya listrik PLN

Manajemen IDC 3D telah merencanakan untuk melakukan upgrade listrik PLN sejak pukul 10 pagi. Dari kapasitas daya 2 megawatt, IDC ingin meningkatkan kapasitas yang lebih tinggi. Johar tidak memberi tahu pasti berapa megawatt daya yang ingin ditingkatkan.

Upgrade kelistrikan dari PLN ini dijadwalkan selesai sekitar pukul 16.00.

Selama proses upgrade listrik PLN ini, daya dialihkan ke 2 genset yang totalnya memiliki daya 2 megawat. "Kedua genset ini seharusnya bisa menopang daya untuk kebutuhan data center IDC sampai proses upgrade listrik PLN selesai di sore hari," kata Johar.

Salah satu genset 'terkunci'

Namun, di tengah jalan, salah satu genset kemudian padam pada pukul 14.00. Status salah satu genset ini terkunci (lock) dari sistem pengoperasian data center IDC, walaupun genset yang satunya lagi masih bisa beroperasi.

Genset untuk tambahan listrik darurat dikirim menggunakan pesawat Hercules TNI AU pagi ini ke Kota Palu, Senin (1/10/2018). (Foto: Twitter @Sutopo Purwo Nugroho ‏)

Pengelola data center tidak memungkinkan untuk mempertahankannya genset yang tersisa ini untuk menopang daya.

Johar menambahkan, pengelola data center tidak bisa memilih server mana yang akan dimatikan ketika mereka kekurangan daya. Alhasil, manajemen mematikan semua server yang mereka kelola dan menyebabkan seluruh situs web yang memakai jasa IDC harus tumbang tak bisa diakses.

"Padamnya genset IDC karena genset "lock". Vendor genset tidak berhasil over-ride status "lock" genset dalam sistem operasi," ujar Johar.

Kasus genset terkunci disebut Johar baru ia temukan kali ini. Dia mengaku tim IDC melakukan kesalahan perencanaan dan tidak memprediksi adanya kemungkinan genset terkunci dalam sistem.

Petugas mengerjakan pekerjaan jaringan listrik, Sulawesi Tengah, Kamis (30/8). (Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Mau tak mau, pengelola IDC harus menunggu hingga listrik dari PLN bisa digunakan lagi.

"Matinya PLN dan upgrade listrik ini sudah direncanakan sebelumnya. Yang tidak direncanakan adalah genset bermasalah," tambahnya.

Listrik kembali pulih pukul 18.00

Sebelum pukul 18.00 sore ini, akhirnya listrik dari PLN sudah tersedia lagi untuk dipakai. Kali ini kapasitasnya telah meningkat.

Sekitar pukul 18.30, manajemen kembali menyalakan data center secara bertahap dan dia memastikan listrik PLN dan IDC sudah kembali normal.

Namun, hingga pukul 20.30 WIB, situs-situs klien IDC terlihat belum pulih sepenuhnya. Menurutnya, memang membutuhkan waktu bagi klien untuk mengembalikan operasional secara normal, karena ada klien yang memilih untuk menyalakan satu per satu server mereka.

"Ada yang 5 menit sudah up, ada yang perlu 30 menit sampai 1 jam untuk normal," kata Johar.

Ilustrasi produk server Supermicro (Foto: Supermicro)

Johar dan manajemen IDC sangat mengambil pelajaran dari kasus genset terkunci ini. Ia baru menemukan kasus ini sekarang.

Data center IDC sering memanfaatkan genset ketika listrik dari PLN mati. Dalam sebulan, itu bisa terjadi sebanyak dua hingga tiga kali, dan di saat itu pula genset diandalkan oleh perusahaan.

Terakhir, Johar mengucapkan permintaan maaf kepada para klien dan publik. Semoga kejadian macam ini tak terjadi lagi di kemudian hari.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: