kumparan
3 Sep 2018 12:50 WIB

Peraih Emas dan Perak Cabang eSports Asian Games Tidak Kebagian Bonus

Indonesia raih medali emas di cabang eSports. (Foto: IESPA/Facebook)
Atlet-atlet Indonesia peraih medali di Asian Games 2018 mendapatkan bonus dari pemerintah atas prestasi mereka mengharumkan nama bangsa. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan bonus tersebut kepada para atlet di Istana Negara, Minggu (2/9).
ADVERTISEMENT
Bukan hanya atlet, pelatih dan official peraih medali juga ikut mendapat kucuran bonus ini. Namun, ternyata pembagian bonus ini tidak diterima oleh atlet Indonesia di cabang eSports yang berhasil meraih medali emas dan perak.
IESPA (Indonesia eSports Association) mengatakan peraih medali emas di nomor game 'Clash Royale', Ridel Yesaya Sumarandak, serta peraih medali perak di nomor game 'Hearthstone', Hendry 'Jothree' Handisurya, tidak mendapatkan bonus seperti yang diterima atlet peraih medali dari cabang lain.
Eddy Lim, selaku Ketua IESPA, mengungkapkan langkah pemerintah tidak memberikan bonus kepada atlet eSports adalah dikarenakan cabang ini hanya sebatas ekshibisi alias uji coba.
"Bonus itu kan khusus untuk medali resmi kan, yang resmi masuk dalam perolehan medali untuk Indonesia. eSports itu masih dalam tahap uji coba jadi perolehan medali apa pun itu tidak akan mengubah posisi Indonesia di klasemen," jelas Eddy, kepada kumparan, Senin (3/9).
Eddy Lim (kanan) (Foto: Facebook/ IeSPA)
Meski begitu, Eddy meminta pemerintah untuk memberikan apresiasi lebih terhadap atlet eSports Indonesia yang telah menunjukkan kontribusinya lewat prestasi di Asian Games 2018.
ADVERTISEMENT
"Jadi memang sebenarnya tidak ada dalam keputusan Kemenpora (untuk memberikan bonus di cabang eSports), cuma minta supaya ada apresiasi bahwasanya kita di eSports juga ada prestasi dan kontribusi," paparnya.
Ridel Sumarandak raih emas di cabor eSports Asian Games 2018. (Foto: IESPA/Facebook)
Walau eSports di Asian Games hanya sekadar uji coba, Eddy meminta pemerintah untuk memberikan apresiasi lebih terhadap atlet eSports yang berprestasi, bukan mengharapkan bantuan materiil, tapi lebih memberitahukan kepada khalayak jika atlet eSports Indonesia bisa unjuk gigi di kancah internasional.
"Bentuk apresiasi itu tidak melulu dalam bentuk uang ya, bisa juga apresiasi dalam bentuk sertifikat atau dalam apa pun," ungkapnya.
Ia berharap, ke depannya pemerintah bisa lebih aware terhadap perkembangan eSports Indonesia, apalagi sering ada atlet-atlet eSports yang terbang ke luar negeri untuk mengikuti turnamen internasional.
ADVERTISEMENT
"Kita harap pemerintah sadar aja ada cabor eSports yang berprestasi, nanti besok-besok kita kirim atlet eSports tanding di luar (negeri), oh pemerintah tahu bahwa Indonesia kirim atlet eSports kemana itu juga kan bentuk apresiasi," imbuhnya.
Tim kumparan telah berupaya menghubungi Kemenpora untuk meminta tanggapannya tentang hal ini, namun belum ada balasan.
Hendry 'Jothree' Handisurya, atlet eSports Indonesia (kanan). (Foto: Team NXL/Facebook)
Setelah diuji coba di Asian Games 2018, masa depan hadirnya eSports di turnamen olahraga resmi ini sendiri masih abu-abu. Belum bisa dipastikan jika eSports akan menjadi cabang olahraga resmi di Asian Games 2022 dan perolehan medalinya diperhitungkan dalam klasemen.
Masih akan ada rangkaian pertemuan lagi antara OCA (Olympic Council of Asia) dengan IESF (International eSports Federation) untuk membahas tentang hal ini.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan