Pencarian populer

Pesan Kreator Kartun 'Si Juki' agar Sukses Bikin Stiker di LINE

Ridlo dan Faza Meonk di LINE Creators Roadshow. (Foto: Astrid Rahadiani/kumparan)

Aplikasi pesan LINE saat ini menjadi wadah anyar bagi para pekerja kreatif untuk menumpahkan karyanya dalam bentuk stiker atau theme (tema). Menjadi kreator di LINE memberikan penghasilan yang cukup besar bagi mereka.

Untuk memberikan pengetahuan seputar membuat konten di aplikasinya, digelar acara LINE Creators Roadshow & Competition di sejumlah kota.

Sabtu (5/5), giliran Jakarta yang disambangi acara ini tepatnya di BLOCK71, setelah diselenggarakan di Bandung dan Padang.

Kreator kartun dan stiker 'Si Juki', Faza Meonk, bersama pencipta stiker 'Kirana The Happy Girl', Muhammad Ridlo, menjadi pembicara dalam LINE Creators Roadshow kali ini.

Keduanya memberikan workshop tentang kiat-kiat sukses untuk menjadi konten kreator stiker LINE. Mereka sepakat bahwa dukungan terbesar untuk bisa terus berkutat menjadi kreator stiker LINE ialah terus berusaha dan secara rutin membuat stiker baru.

LINE Creators Roadshow & Competition di Jakarta. (Foto: Astrid Rahadiani/kumparan)

Walau begitu, di balik segala upaya tentu ada kesulitan yang harus mereka hadapi demi terus melangsungkan bisnis kreatif ini. Faza mengungkapkan tahap yang paling sulit dalam usaha membuat konten stiker ialah saat membangun konsep awal.

Kreator 'Si Juki' itu berkata bahwa menentukan konsep dengan permintaan pasar agar stikernya laku cukup membuatnya memutar otak.

“Yang paling sulit dari bikin stiker itu sebenernya di tahap awal. Kalau sudah bikin stikernya, ya ya sudah tinggal bikin saja, tapi yang paling sulit adalah menentukan konsepnya. Menentukan sebenernya konsep ini menarik tidak untuk dijual di pasaran. Jadi, proses untuk risetnya yang cukup menantang di awal-awal,” ungkap Faza.

Bagi Faza, menentukan tren adalah hal yang cukup penting. Dengan mengetahui apa yang sedang jadi bahan perbincangan, akan lebih mudah menyerap ketertarikan masyarakat.

“Kita lihat trennya sekarang. Stiker apa yang gampang terserap sama market terus kita coba jadikan bahan dan referensi, terus kita buat. Kalau laku kita bisa lanjutkan kalau tidak jalan kita harus coba terus sih,” lanjut Faza.

com-Line Sticker Si Juki (Foto: LINE)

Sementara Ridlo memiliki pandangan berbeda. Ia mengungkapkan kesulitan terbesarnya ialah membangun semangat diri sendiri.

“Kalau dari proses bikinnya, membangkitkan mood sama malesnya itu (yang jadi hambatan). Soalnya kalau bikin produksi itu susah, tapi kalo masalah promosinya gampang sih,” jelas Ridlo.

Untuk memotivasi para kreator yang masih dalam proses membangun bisnis stiker di LINE, baik Faza maupun Ridlo berpesan para kreator untuk terus berusaha dalam mencari ide.

“Saya selalu bilang jangan patah semangat. Banyak kok yang dari awal tidak langsung sukses, bisa saja baru waktu di stiker ke-50 bisa sukses mungkin. Jangan patah semangat sampai menemukan strategi yang pas untuk bisa sukses,” kata Faza.

“Buat teman-teman kreator jangan menyerah saja sih. Pokoknya, kalau lagi lemas, jangan lupa aja tujuannya apa bikin stiker dan terus semangat rajin submit dan sabar saja,” pesan Ridlo.

LINE Creators Roadshow & Competition di Jakarta. (Foto: Astrid Rahadiani/kumparan)

Kedua kretor tersebut kini telah menjadi Top LINE Content Creator dan telah berpenghasilan yang besar. Tak heran jika keduanya ingin membangkitkan semangat berkreasi anak-anak Indonesia.

“Kalau dikalkulasikan bisa sampai ratusan juta rupiah bikin stiker setahun belakangan ini,” ungkap Faza.

Menarik bukan berbisnis stiker di LINE? Mau coba membuatnya?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23