Pencarian populer

Presentasi PowerPoint Bisa Jadi Bukti CFO Huawei Tidak Bersalah

Direktur Eksekutif Dewan raksasa teknologi Cina Huawei, Meng Wanzhou menghadiri sesi Forum Investasi Modal VTB "Rusia Calling!". (Foto: REUTERS / Alexander Bibik)

Sidang pemeriksaan Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou telah digelar di gedung Mahkamah Agung Vancouver, Kanada, pada Jumat (7/12). Dalam sidang tersebut, pengacara Wanzhou dan Huawei, David Martin, menyebut presentasi PowerPoint yang dibuat lima tahun lalu sebagai bukti kliennya tidak bersalah.

Meng didakwa telah melakukan pelanggaran bisnis oleh pemerintah AS. Ia dan Huawei disebut menjual produk telekomunikasi di Iran melalui perusahaan teknologi asal Hong Kong, Skycom, pada 2009 hingga 2014.

Produk itu dirancang dan dirakit di AS. Pengiriman ekspor ini melanggar regulasi AS karena Iran telah terkena sanksi hukum dan dagang.

Pemerintah AS juga menuduh Meng memanipulasi beberapa lembaga keuangan tentang kesepakatan bisnisnya di Iran, dengan menyebut Huawei dan Skycom sebagai perusahaan yang terpisah. Padahal, berdasarkan pengakuan sejumlah mantan pegawai Skycom di laporan investigasi penegak hukum AS, keduanya beroperasi sebagai satu perusahaan.

Itu mengapa pengacara pemerintah Kanada John Gibb-Carsley menyebut Skycom sebagai anak usaha Huawei yang tak resmi. Keduanya bahkan menggunakan logo perusahaan yang sama, menurut Gibb-Carsley.

"Huawei adalah SkyCom. Ini adalah isu intinya, saya katakan, ada dugaan penipuan," kata Gibb-Carsley seperti dikutip The Verge.

Perusahaan teknologi Huawei. (Foto: Philippe Wojazer/Reuters)

Martin kemudian melakukan pembelaan atas tuduhan tersebut, dengan memperkenalkan presentasi PowerPoint yang dibuat pada 2013 lalu. Itu adalah presentasi Meng untuk menjelaskan kepada bank di Hong Kong bahwa Huawei tidak melanggar sanski AS apapun.

"PowerPoint ini dari 2013. Lima tahun lalu. Jika ada konspirasi.. untuk menyesatkan lembaga keuangan... jika Huawei dan karyawannya terlibat dalam kegiatan ini, saya tanya: Mengapa perusahaan ini tidak dihukum?" jelas Martin, dilansir The Star Vancouver.

Martin menambahkan, Huawei memang pernah memiliki saham di SkyCom dan Meng bertindak sebagai dewan direksinya. Namun sahamnya itu sudah dijual sejak 2009 dan SkyCom menjadi kontraktor independen untuk Huawei.

Tuntutan hukum ini ditujukan Meng membuatnya terancam divonis penjara di atas 30 tahun.

Wanita berdiri di stan teknologi 5G Huawei di PT Expo di Beijing, China, (28/10). (Foto: REUTERS)

Penahanan Meng

Penahanan Meng dilakukan ketika putri pendiri Huawei itu melakukan transit penerbangan Hong Kong-Meksiko di Vancouver, Kanada, pada 1 Desember 2018. Penahanan dilakukan atas permintaan pemerintah AS. Meng terancam diekstradisi ke AS.

Pemerintah China telah memanggil Duta Besar Kanada John McCallum dan mendesak untuk membebaskan Meng di Vancouver. Wakil Menteri Luar Negeri Chin Le Yucheng menyebut penahanan yang dilakukan merupakan pelanggaran keras terhadap seorang warga negara.

"Langkah ini melangkahi hukum, tidak masuk akal, tidak berbudi, dan sangat keji," kata Le seperti diberitakan AFP, Sabtu (8/12). "Kanada menghadapi konsekuensi serius dan harus bertanggung jawab."

Penahanan ini bisa menekan hubungan AS dan China pascapertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Argentina. Kedua pemimpin negara sepakat untuk mencari jalan keluar terkait konflik dagang.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: