kumparan
5 Sep 2019 7:27 WIB

Remaja India Alami Stroke Akibat Main Game PUBG Terlalu Lama

Ilustrasi PUBG. Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan
Bermain game secara berlebihan hingga membuat kecanduan memang tidak baik. Contoh kasus di India, seorang remaja berusia 19 tahun dilaporkan menderita stroke akibat bermain game terlalu lama.
ADVERTISEMENT
Dalam laporan Vice, remaja yang tinggal di distrik Wanaparthy, Hyderabad, India, itu terlalu lama memainkan game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG). Kecanduan game bergenre battle royal itu membuat sang remaja mengalami trombosis atau gumpalan darah di otak.
Trombosis adalah suatu proses pembekuan darah yang terjadi di dalam arteri secara berlebihan, sehingga menghambat proses aliran darah. Setelah mengalami kondisi itu, tangan dan kaki si remaja kemudian mati rasa.
Akhirnya, pada 26 Agustus lalu, ia dibawa ke rumah sakit Sunshine di Hyderabad. Dokter yang menanganinya mendiagnosis terjadi stroke. Biasanya, penyakit stroke diidap oleh orang yang lebih tua dan jarang terjadi pada seseorang yang begitu muda. Dalam hal ini, dokter lantas menghubungkannya dengan kecanduan bermain PUBG.
PUBG Mobile. Foto: Shutterstock
Para dokter yang merawatnya mengatakan, remaja yang identitasnya dirahasiakan ini terlalu fokus memenangkan permainan, sehingga ia sering melewati waktu makan. Akibatnya, si pemuda mengalami penurunan berat badan akut, kekurangan nutrisi, dan dehidrasi.
ADVERTISEMENT
“Kondisi ini menyebabkan penebalan darah vena (pembuluh darah balik) di otak dan menciptakan beberapa gumpalan," kata Dr K Vinod Kumar, senior Nutri-physician di rumah sakit Sunshine, seperti dikutip The Times of India.
Ibu remaja itu juga menjelaskan keadaan anaknya sebenarnya. Sang ibu mengatakan, anaknya sangat menggemari game PUBG dan sering memainkan game tersebut mulai sekitar jam 21.00 dan bermain tanpa henti sampai jam 03.00 - 04.00.
Remaja itu berhenti bermain hanya ketika dia harus pergi untuk pekerjaan paruh waktunya sebagai loper koran. Dia juga merupakan seorang mahasiswa di tahun kedua program Sarjana. Selain kuliah, ia akan menemukan waktu untuk bermain PUBG selama istirahat.
Ilustrasi PUBG. Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan
Kabar baiknya, sekarang remaja ini telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit. Ia menjadi contoh lain dari daftar panjang orang-orang yang menjadi candu bermain game tanpa mempedulikan hal yang lain.
ADVERTISEMENT
Badan kesehatan dunia WHO sendiri telah menetapkan kecanduan game sebagai penyakit dan didaftarkan ke dalam International Statistical Classification of Diseases dan Related Health Problems atau lebih dikenal dengan sebutan ICD-11.
Itu semacam draf yang berisi klasifikasi penyakit-penyakit baru pada zaman modern, termasuk gejala, tanda, dan penyebabnya. Dalam sistem ini, gaming disorder masuk dalam daftar 'disorders due to addictive behavior' atau penyakit yang disebabkan oleh perilaku kecanduan.
Di sisi lain, PUBG sudah dilarang di negara bagian Gujarat, India dan negara-negara lain seperti Nepal dan Irak. Larangan ini dibuat karena semua efek negatif yang terkait dengan game yang dibuat oleh Tencent ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan