Pencarian populer

Rudiantara: Gangguan Telkom 1 itu Urusan Telkom dengan Lockheed Martin

Menkominfo Rudiantara. (Foto: Jofie Yordan/kumparan)

Pasca dinyatakan harus berhenti beroperasi, ternyata ada isu lain yang masih menghantui satelit Telkom 1. Perusahaan komersial yang memantau situasi ruang angkasa, ExoAnalytic Solutions, melacak ada puing-puing dalam jumlah banyak di sekitar posisi Telkom 1 sejak 25 Agustus 2017 dan muncul spekulasi satelit itu sudah hancur. Menanggapi isu ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan apa yang dialami oleh satelit Telkom 1 merupakan urusan antara Telkom dengan pihak perakit satelit tersebut, Lockheed Martin Space Systems. "Itu kan urusannya bisnis, urusannya Telkom dengan Lockheed Martin dan pasar," kata Rudiantara, saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (31/8). Rudiantara menegaskan, saat ini pemerintah hanya berfokus untuk menjaga slot satelit Telkom 1 yang ditinggalkan karena saat ini slot tersebut kosong. Pemerintah menurut Rudiantara, perlu menjaga slot itu agar tidak diambil oleh negara atau pihak lain, karena slot tersebut bakal kosong hingga Agustus 2018 saat satelit penerusnya yang bernama Telkom 4 sudah waktunya diluncurkan. "Fokus pemerintah adalah bagaimana men-secure slotnya. Agar pada saat Telkom menggunakan slot tersebut, itu tidak ada masalah. 'Kan ada jadwalnya sebetulnya satelit yang hilang itu mau digantikan tahun depan," lanjutnya. Menanggapi kabar satelit yang hancur, pihak Telkom sampai saat ini masih berkoordinasi dengan Lockheed Martin untuk memantau perkembangan lebih lanjut. "Terkait pemberitaan yang menyatakan kondisi Telkom 1 dan adanya obyek di luar angkasa di sekitar posisi Telkom 1 dapat kami sampaikan bahwa kondisi saat ini (31/8), melalui Stasiun Pengendali Utama Satelit, Telkom 1 masih dapat menerima command dan mengirim sinyal telemetri satelit," kata Arif Prabowo, Vice President Public Relations Telkom Indonesia.

Telkom saat ini sedang menyiapkan sebuah satelit pengganti yaitu Telkom 4, yang dijadwalkan untuk mengisi slot orbit Telkom 1 dan meluncur pada Agustus 2018. Satelit Telkom 4 disebut bakal memiliki teknologi dan kapasitas yang lebih besar ketimbang Telkom 1 sebagai upaya memenuhi kebutuhan transponder yang kian meningkat di Indonesia dan kawasan sekitarnya, bahkan bisa sampai ke India.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23