Pencarian populer

Rudiantara: GOJEK Bisa Jadi Solusi Transportasi di Filipina

Layanan transportasi online Gojek. (Foto: Go-Jek Indonesia)

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan membantu GOJEK berekspansi ke Filipina, setelah upaya perusahaan transportasi online itu menemui hambatan. Pemerintah setempat menolak kehadiran GOJEK untuk beroperasi di Filipina karena masalah regulasi.

Rudiantara mengaku sudah berbicara dengan pemerintah setempat, dalam hal ini Kementerian Teknologi Komunikasi dan Informatika Filipina, agar GOJEK bisa mengaspal di Filipina. Ia berkata GOJEK bisa menjadi solusi untuk masalah lalu lintas dan transportasi di Manila.

"Platform itu membawa solusi. Kalau kita lihat, di Manila traffic-nya enggak kurang ribet dari Jakarta. Kan kalau (GOJEK) ke sana membawa solusi juga memberi manfaat masyarakat di sana. Itu tipikal kota besar seperti Bangkok, Jakarta, Manila itu kan hampir sama," kata Rudiantara di sela acara HUT ke-9 Bukalapak di Jakarta, Kamis (11/1).

Pria yang akrab disapa Chief RA itu menambahkan, pemerintah juga akan melakukan hal yang sama kepada startup unicorn Filipina yang ingin ekspansi ke Indonesia. Kerja sama seperti ini diyakini bisa mengembangkan startup regional, sehingga nilai digital ekonomi di Asia Tenggara bisa terus meningkat.

"Kalau kita sesama orang Asia Tenggara tidak saling bantu, itu platform lain, unicorn lain dari negara lain, dari wilayah lain, yang akan masuk ke ASEAN. Rugi kita ASEAN," tambah Chief RA.

Menkominfo Rudiantara. (Foto: Veri Sanovri/Antara)

Bantuan pemerintah ini tidak hanya berlaku untuk GOJEK saja. Rudiantara berkata, pihaknya akan membantu setiap startup lokal yang ingin melakukan ekspansi ke luar negeri.

"Siapapun startup Indonesia yang kelasnya sudah Unicorn, apalagi mau Decacorn, yang mau punya presensi di luar negeri, pemerintah dukung. Mereka mewakili Indonesia," ucapnya.

Penolakan GOJEK di Filipina

Badan Pengatur Perhubungan Darat di Kementerian Perhubungan Filipina (Land Transportation Franchising and Regulatory Board/LTFRB) adalah pihak yang menolak langkah ekspansi GOJEK di Filipina. Menurut Ketua LTFRB Martin Delgra, perusahaan transportasi online itu tidak memenuhi persyaratan kepemilikan modal asing yang cukup untuk beroperasi di sana.

Pemerintah Filipina membatasi kepemilikan saham asing untuk bisnis tertentu maksimal 40 persen. Sementara Velox Technology Philipines Inc., unit bisnis GOJEK di Filipina, sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan besutan CEO Nadiem Makarim.

"Jika mereka ingin tetap beroperasi dan banding, itu adalah pilihan mereka. GOJEK tidak memenuhi persyaratan yang sesuai dengan aturan kami," ungkap Delgra dilansir Reuters.

Sementara sang kompetitor GOJEK, Grab, justru sudah lebih dahulu beroperasi di Filipina. Grab, melalui unit bisnis lokalnya MyTaxi.PH Inc., mampu memenuhi aturan batas kepemilikan modal asing seperti yang diminta pemerintah setempat.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: