kumparan
21 Jan 2019 21:01 WIB

Rudiantara: Kita Tidak Bisa Menghapus Hoaks 100%, Tapi Bisa Mengurangi

Menkominfo Rudiantara. (Foto: Veri Sanovri/Antara)
WhatsApp bakal membatasi jumlah pesan terusan (forward) yang bisa dilakukan pengguna sebanyak lima kali, dengan harapan bisa mengurangi penyebaran berita palsu atau hoaks di Indonesia. Langkah ini diapresiasi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
ADVERTISEMENT
Rudiantara berkata, fitur pembatasan pesan forward ini sebenarnya sudah diharapkan Indonesia, bersama dengan tiga negara lain yang menjadi prioritas pasar WhatsApp, yakni India, Meksiko, dan Brazil. Ia yakin fitur ini mampu menekan berita palsu atau hoaks menjadi viral di WhatsApp, meski tidak 100 persen.
"Kita tidak bisa menghapus 100 persen hoaks, tapi kita bisa menguranginya sedikit mungkin," kata pria yang akrab disapa Chief RA tersebut, usai melakukan pertemuan dengan pihak manajemen WhatsApp di gedung Kominfo di Jakarta, Senin (21/1).
Rudiantara menambahkan, apa yang dilakukan ini menunjukkan WhatsApp di Indonesia bukan cuma untuk berbisnis, tetapi punya semangat untuk menciptakan pasar yang kondusif dan berkelanjutan.
Menkominfo Rudiantara bersama Victoria Grand, VP Public Policy & Communications WhatsApp. (Foto: Kemkominfo)
"Kenapa di-limit? Berdasarkan studi WhatsApp, ada negara-negara prioritas negara yang harus segera di-address bagaimana viralitas hoaksnya. Salah satu negaranya adalah Indonesia. Ini upaya bersama, kolaborasi antara WhatsApp dan pemerintah untuk apply fitur baru di WhatsApp," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Secara teknis, fitur ini bakal membatasi distribusi pesan terusan. Jika seseorang menerima sebuah pesan di WhatsApp, maka ia hanya bisa meneruskan pesan tersebut kepada 5 kontak, baik itu individu maupun grup obrolan.
Menurut rencana, fitur baru pembatasan pesan terusan akan hadir untuk pengguna WhatsApp di Indonesia pada 22 Januari 2019. Mulanya fitur ini baru akan hadir di perangkat Android dan masih dalam tahap pengembangan untuk iOS.
WhatsApp (Foto: Pixabay)
Perilaku pengguna WhatsApp yang gemar meneruskan pesan terbilang mengkhawatirkan. Victoria Grand, VP Public Policy & Communications WhatsApp, mengungkapkan 10 persen pesan yang ada di WhatsApp merupakan pesan terusan (forwarded) yang tidak jelas asal usulnya, sementara 90 persen pesan berasal dari kiriman personal atau one-to-one. Hal ini membuat informasi hoaks yang tersebar lewat pesan terusan sulit dikendalikan.
ADVERTISEMENT
Keseriusan WhatsApp di Indonesia juga bakal ditunjukkan dengan memberi edukasi terkait berita palsu kepada warga, sampai teknologi deteksi akun spam yang menunjukkan aktivitas abnormal agar tak lagi menyebar spam atau misinformasi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan