Pencarian populer

Tak Hanya Pengguna, WhatsApp juga Ditinggal Karyawan Akibat Iklan

Aplikasi pesan Facebook Messenger dan WhatsApp di iPhone. (Foto: REUTERS/Phil Noble)

Di awal kehadirannya, WhatsApp dijanjikan sebagai apikasi yang gratis dipakai selamanya dan tidak akan ada iklan di dalamnya. Tampaknya janji itu tidak akan bisa dipertahankan setelah WhatsApp diakuisisi Facebook pada 2014 lalu.

Melihat jumlah pengguna WhatsApp yang menembus angka 1,5 miliar per bulannya membuat Facebook melihat aplikasi pesan tersebut sebagai 'lahan' baru untuk meningkatkan pendapatan.

Nantinya, iklan akan muncul di fitur WhatsApp Status yang mirip Instagram Stories. Apabila kamu sering melihat iklan di Instagram Stories, maka konsepnya nanti akan sama seperti itu di WhatsApp.

Ilustrasi WhatsApp Status. (Foto: iGlobalWeb via Pixabay)

Iklan akan mulai masuk di WhatsApp pada tahun 2019 mendatang. Dan tentunya, para pengguna merasa kecewa dengan langkah Facebook tersebut. Diprediksi para pengguna WhatsApp yang tidak nyaman dengan adanya iklan di aplikasinya akan berpindah ke aplikasi pesan lain.

Ketidaksetujuan tentang hadirnya iklan di WhatsApp juga dirasakan oleh para karyawan WhatsApp itu sendiri. Setelah duo pendiri Brian Acton dan Jan Koum memutuskan mundur dari perusahaan, giliran Chief Business Officer, Neeraj Arora, yang meninggalkan WhatsApp.

Chief Business Officer WhatsApp, Neeraj Arora (tengah). (Foto: Neeraj Arora/Twitter)

Dalam pesan perpisahan dengan WhatsApp yang disampaikan di akun Facebook, Arora tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Acton dan Koum. Dia merasa berutang budi kepada keduanya.

Brian Acton lebih dulu keluar dari WhatsApp dan Facebook pada September 2017, sedangkan Jan Koum menyusul pada Mei 2018 lalu.

Saya sangat berutang terhadap Jan (Koum) dan Brian (Acton), yang telah mempercayakan saya untuk bergabung ke dalam bisnis mereka selama beberapa tahun dan saya berterima kasih karena kalian telah mendukung saya selama ini dan mewujudkan petualangan yang seru ini.

- Neeraj Arora

Sejauh ini, belum diketahui apakah iklan-iklan yang muncul di WhatsApp nantinya akan menyasar target tertentu atau tidak. Ini dikarenakan WhatsApp menerapkan sistem enkripsi dalam pesannya sehingga tidak bisa dilacak.

Tapi bisa jadi nomor telepon pengguna yang terhubung dengan Facebok akan terlacak sehingga kegiatan mereka selama menggunakan Facebook-lah yang dianalisis untuk menjadi sasaran iklan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: