kumparan
22 Mar 2019 7:17 WIB

Tips Bikin Konten Keren Pakai Samsung Galaxy S10 ala Jay Subiyakto

Smartphone Samsung Galaxy S10. Foto: Henry Nicholls/Reuters
Bagi sutradara kenamaan Jay Subiyakto, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi baik atau tidaknya isi dari video atau konten yang diciptakan seseorang. Faktor tersebut dapat berasal baik dari alat yang ia gunakan serta rasa dari si pembuat konten dalam menyajikan tontonan yang menarik.
ADVERTISEMENT
Sehingga dalam membuat konten baik video maupun foto, Jay beranggapan penting untuk menghadirkan kebebasan di dalam kontennya. Dengan begitu saat mengambil gambar, seseorang tak memiliki keharusan atau pakem tertentu dan mampu membuat komposisi video atau foto yang mungkin belum pernah ada sebelumnya.
"Tipsnya itu Anda harus senang bebas, karena ini enggak ada ikatan, apa yang menarik buat Anda, ambil dengan komposisi yang Anda kehendaki," ujar Jay Subiyakto, saat ditemui di Hotel Golden Majesty Bursa, Turki, Kamis (21/3).
Platform seperti Instagram, kata Jay, bisa menjadi sarana yang sangat tepat bagi para sineas ataupun kreator konten untuk memamerkan hasil kreasi mereka tanpa memikirkan pakem tertentu.
"Saya sih prinsipnya harus seneng ya, enggak usah harus mikirin teknis, selaku teknis gimana sih foto saya supaya bisa begini, buat saya fotografi kan kebebasan, saya melihat IG orisinalitasnya itu luar biasa," ujarnya.
Taufiq Furqon (Product Marketing Samsung Indonesia) dan Jay Subiyakto. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
ADVERTISEMENT
Ia menambahkan kebebasan dalam berekspresi tersebut menurutnya telah didukung penuh tak hanya oleh kamera pro tapi juga kamera smartphone. Samsung Galaxy S10, menurut Jay menjadi salah satu contoh terbaik yang memberikan penggunanya kebebasan dalam berekspresi melalui sejumlah keunggulan fitur kameranya.
"Nah, di Galaxy S10 ini istilahnya ada golden section bagaimana mendapatkan komposisi yang ingin kita dapatkan. Kita bisa juga menyajikan cerita (pakai Galaxy S10)," ucap Jay.
Galaxy S10 merupakan smartphone flagship teranyar Samsung yang baru saja diluncurkan di Indonesia pada awal Maret lalu. Smartphone ini menggunakan konfigurasi tiga kamera belakang, yang masing-masing beresolusi 12 MP (F/2.4) telephoto, 12 MP (f/1.5) wide angle, dan 16 MP (f/2.2) ultra wide angle.
Salah satu kelebihan dari kamera belakang Galaxy S10 ini adalah adanya teknologi OIS (Optical Image Stabilization) yang membuat perekaman video menggunakan smartphone ini tampak smooth. Hasil video dari Galaxy S10 tidak mudah berguncang meski diambil saat bergerak. Fitur ini disebut super steady yang membantu para kreator konten dalam membuat video keren tanpa perlu kamera profesional.
Penjualan perdana Samsung Galaxy S10 di Jakarta. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
ADVERTISEMENT
Berbicara soal alat, Jay pun turut menyampaikan pentingnya membawa alat yang diperlukan tanpa harus kehilangan momen. Samsung Galaxy S10 menurutnya menawarkan kemudahan itu dalam genggaman. Kualitas kamera yang terbilang baik di kelasnya, serta bentuk device yang ramping, tentu akan memudahkan kita saat mengabadikan momen apapun.
"Saya dari dulu enggak pernah gila alat, saya mau (alat) seringan mungkin dan tidak menarik perhatian karena kita bisa dapet foto candid yang sangat menguntungkan, jadi orang enggak akan terganggu juga dengan kehadiran kita," kata Jay.
Membuat film pendek pakai smartphone?
Jay pun melihat ada masa depan untuk film pendek diambil hanya menggunakan kamera dari smartphone dalam proses pembuatannya. Dengan kualitas kamera yang baik serta dibarengi kecakapan kreator dalam mengangkat cerita, membuat film pendek menggunakan kamera smartphone bukanlah tidak mungkin.
ADVERTISEMENT
"Saya kira dengan munculnya citizen newscaster misalnya, karena mereka dapat footage yang orisinal dari handphone jadi saya kira mungkin sekali melihat dengan kualitasnya," sambung Jay.
Dalam menghadirkan sebuah konten orisinal, ia menyampaikan dibutuhkan dua faktor. Faktor pertama yaitu si kreator mampu menghadirkan karya yang orisinal tanpa mengikuti referensi atau karya yang pernah dibuat orang sebelumnya.
"Karya orisinal itu ada dua, yang pertama yaitu yang berasal dari pengalaman pribadi kita. Kalau saya mau cari ide misalnya dengan nonton konser musik, saya enggak akan ambil seperti orang lain, di sinematografi yang penting itu ide ceritanya," lanjut Jay.
Samsung Galaxy S10 5G. Foto: Henry Nicholls/Reuters
Faktor kedua yang tak kalah penting yaitu bahasa gambar. Dialog tak selalu atau diharuskan ada dalam sebuah video, sebuah foto yang baik dengan disematkan narasi yang tepat menurutnya dapat menghasilkan kedalaman makna yang jauh lebih baik.
ADVERTISEMENT
"Enggak selalu sebuah film itu ada dialognya, bahwa dengan gambar semua orang bisa tahu maksud kita, itu bisa kita dapat dengan cara latihan, sekarang kalau kita bisa bikin stock shoot dengan smartphone kita bisa dapat ciri kita sendiri," tutur Jay.
Galaxy S10 dijual di Indonesia dengan harga Rp 13 juta untuk RAM 8 GB dan penyimpanan data 128 GB. Selain Galaxy S10 biasa, Samsung juga memboyong Galaxy S10 Plus yang memiliki spesifikasi lebih gahar atau Galaxy S10e yang merupakan versi lebih murah dari keduanya.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan