Pencarian populer

Twitter Ungkap Alasan Tak Akan Hapus Akun Donald Trump

Donald Trump. (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)
Layanan media sosial Twitter mendapat kritikan yang tiada habisnya dari netizen karena dianggap sebagai penyalur aksi provokatif dan kontroversial Presiden AS Donald Trump.
ADVERTISEMENT
Sudah banyak pihak yang meminta Twitter untuk memblokir akun Trump, tapi Twitter justru memastikan tidak akan melakukan pemblokiran tersebut. Apa alasannya?
Dilansir Reuters, setiap pemimpin dunia memiliki status yang berbeda di mata Twitter.
“Memblokir seorang pemimpin dunia dari Twitter atau menghilangkan tweet-tweet kontroversial mereka akan menyembunyikan informasi penting yang seharusnya bisa orang-orang lihat dan perdebatkan,” kata Twitter dalam postingan di blog resmi mereka.
Pada September lalu, Twitter telah mengatakan, sebelum mengahapus suatu cuitan atau akun seseorang, mereka akan mempertimbangkan dulu apakah cuitan itu layak diberitakan atau bahkan jadi kepentingan publik.
Jack Dorsey (Foto: Rebecca Cook/Reuters)
CEO sekaligus pendiri Twitter Jack Dorsey ikut menjelaskan apa yang menjadi pertimbangan Twitter untuk memutuskan tidak akan menghapus akun Trump.
ADVERTISEMENT
“Kami menaruh upaya signifikan untuk meningkatkan transparansi sebagai sebuah perusahaan. Kami berkomitmen bakal memberikan progres yang cepat dan berarti. Kami akan melakukan lebih baik lagi,” tulis Dorsey di akun Twitter-nya ,@jack.
Sebelumnya protes untuk meminta penghapusan akun Trump ramai disuarakan publik setelah presiden yang pernah tampi di acara tv WEE itu membuat cuitan di Twitter bahwa dia memiliki senjata nuklir yang jauh lebih besar dan kuat dibandingkan milik pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
Para pemrotes itu melakukan demo di kantor Twitter di San Francisco dan menyebut Trump menggunakan Twitter untuk menebar ancaman dan kekerasan.
Terkait keputusannya untuk tidak akan menghapus akun Trump, Twitter menegaskan keputusan ini tidak dipengaruhi oleh siapa pun. Selain itu, Twitter juga menyatakan, meski untuk saat ini tidak akan menghapus akun Trump, pihaknya akan selalu melakukan review terhadap cuitan para presiden di dunia.
ADVERTISEMENT
"Kami bekerja keras untuk tetap tidak bias dengan apa yang menjadi kepentingan publik," tegas Twitter.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80