• 4

Waspada Ancaman Robot Seks yang Bisa Membunuh

Waspada Ancaman Robot Seks yang Bisa Membunuh


Boneka Robot Perempuan

Boneka Robot Perempuan (Foto: REUTERS/Albert Gea)
Kehadiran robot seks memang banyak menuai kontroversi bagi kehidupan manusia. Seperti contohnya kaum wanita yang khawatir dirinya makin dilihat sebagai objek dan properti.
Mungkin para lelaki yang berminat untuk membeli robot seks, belum memikirkan apa yang harus dikhawatirkan dengan memiliki perangkat tersebut. Namun, mungkin ada hal yang harus kamu pertimbangkan karena robot seks mungkin saja mengkhianatimu.
Pasti kamu bertanya-tanya bagaimana sebuah robot bisa mengkhianati pemilikinya. Para ahli robot pernah menyatakan ketika semakin mutakhir teknologi robot dalam mengimitasi manusia, semakin besar juga risiko yang mungkin terjadi kepada pemiliknya. Tidak hanya selingkuh, tapi robot bisa juga membunuh.
Dr. Nick Patterson, seorang dosen cyber security menyatakan kekhawatirannya ke Daily Star tentang peretasan pada robot seks, yang akan jadi jauh lebih mudah terjadi kalau dibandingkan dengan peretasan pada laptop atau handphone seseorang.
Nick mengatakan jika sekali saja si robot terkena hack, maka sang hacker akan "memiliki kontrol penuh terhadap koneksi, tangan, kaki dan semua alat-alat yang disematkan ke dalam si robot, seperti dalam beberapa kasus, pisau atau alat pengelas," kata Nick, dilansir Daily Star.
"Seringkali robot memiliki berat di atas 91 kilogram dan sangat kuat. Sekali saja robot diretas, hacker bisa mengontrol robot sepenuhnya dan memberi instruksi ke si robot," lanjutnya.

Bagaimana robot bisa membunuh?
Bukan tidak mungkin teknologi robot tidak bisa terkena hack dan dikendalikan dari jarak jauh hingga melakukan hal yang mungkin mencelakakan si pemilik robot. Hacker dapat meretas perangkat robot lewat komputer, smartphone, tablet, CCTV, televisi, dan mungkin semua perangkat teknologi yang ada di sekitar kita. Karena sama seperti perangkat teknologi lainnya, robot pun juga membutuhkan pembaruan firmware.
Terlebih jika robot tersambung ke koneksi internet, maka bakal memudahkan hacker untuk meretasnya. Seperti yang kita ketahui, koneksi internet akan mengundang para hacker dan individu yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang berbahaya bagi kita lewat si robot seks tersebut. Hal inilah yang dimaksud Dr. Nick Patterson tentang bagaimana robot bisa melakukan pembunuhan.

Boneka Robot Perempuan

Boneka Robot Perempuan (Foto: REUTERS/Albert Gea)
Tidak seperti manusia, robot dapat menerima beberapa kali hantaman dan tidak akan langsung mati jika tubuhnya ditusuk menggunakan pisau. Robot juga mungkin saja dibajak untuk menggunakan senjata dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
Ini bukan pertama kalinya muncul peringatan tentang bahaya robot dan kerusakan yang mungkin akan mereka buat. Elon Musk, pendiri Tesla dan Space X baru-baru ini menandatangani petisi untuk PBB untuk mencegah militer menggunakan AI (artificial intelligence) alias kecerdasan buatan untuk membuat mesin penghancur otonom.
Meski PBB mungkin masih memikirkan kembali AI adalah sebuah ancaman, namun petisi tersebut adalah bentuk peringatan bahwa kita harus sama semangatnya dan khawatirnya mengenai perkembangan AI ini.

Robot Seks Memicu Budaya Pemerkosaan
Sekarang-sekarang ini, robot seks telah menjadi topik yang penting untuk diperdebatkan. Beberapa orang mengklaim jika mesin-mesin tersebut sangat berpotensi dalam menciptakan "budaya pemerkosaan", situasi di mana laki-laki lebih tidak menghargai perempuan dan pemerkosaan menjadi hal yang diwajarkan, meskipun untuk sekarang masih terlalu dini untuk melihat hal tersebut.
Bagi perusahaan AI, kemampuan robot seks adalah hal yang sangat menarik untuk dieksplor. Hingga kini kemampuan robot-robot tersebut dibuat semirip mungkin dengan apa yang manusia bisa lakukan, dan hal itu semakin memperpanas perdebatan ini.
Mengingat bagaimana beberapa robot seks dibuat dengan karakteristik yang hampir mirip dengan manusia, tidak menutup kemungkinan fenomena yang tidak biasa ini menjadi hal yang wajar.
Meskipun mungkin belum dalam bentuk robot pembunuh dalam waktu dekat, hal ini masih menjadi suatu isu yang tetap dipertimbangkan dampaknya. “Pacar” robot kini menjadi sesuatu yang dianggap normal pada tingkat yang mengkhawatirkan. Dan mungkin masih banyak kekhawatiran lain yang belum disadari tentang perkembangan AI ini.

TeknologiRobotCyber SecurityHacker

presentation
500

Baca Lainnya