kumparan
12 Nov 2018 7:22 WIB

Waspada Robot Seks Ukuran Anak Kecil Mulai Banyak Diproduksi

Robot seks. (Foto: AFP/Fred Dufour )
Berkat perkembangan teknologi kecerdasaan buatan (artificial intelligence/AI), robot seks kini semakin mirip dengan manusia. Robot ini bahkan bisa memberikan tanggapan ketika diajak berinteraksi.
ADVERTISEMENT
Inovasi robot seks tidak berhenti sampai di situ saja. Beberapa manufaktur bahkan mulai menciptakan robot seks dalam ukuran kecil dengan alasan lebih 'portabel'.
Namun usaha itu justru membuat robot seks menyerupai anak kecil. Dan ini menimbulkan kekhawatiran.
Pada 2017 lalu, seorang ahli AI Profesor Noel Sharkey memperingatkan bahwa robot seks dapat mendorong seseorang menjadi pedofilia. Ia meminta pemerintah untuk mengambil tindakan pencegahan menghentikan robot seks anak memasuki Inggris.
"Saya akan mengatakan harus ada larangan impor bagi mereka (robot seks)," ungkapnya.
Robot seks. (Foto: AFP/Fred Dufour )
Kekhawatian Sharkey serupa dengan pendapat sexolog asal Australia, Nikki Goldstein. Dalam bincang Q&A di siaran televisi ABC, Goldstein menceritakan kisahnya ketika mengunjungi sebuah pameran robot seks di China, di mana ia menemukan robot seks berperawakan seperti anak perempuan.
ADVERTISEMENT
Goldstein menjelaskan, beberapa manufaktur mulai membuat robot seks mereka berukuran lebih kecil, yang akan membuat orang lain memberikan interpretasi yang salah dan mengganggap robot seks tersebut adalah anak kecil.
“Saya melihat beberapa boneka yang membunyikan lonceng alarm untuk saya, karena mereka lebih kecil dalam perawakannya," ungkapnya seperti dilansir Mirror.
Goldstein menambahkan, pengembang mencoba menjelaskan kepadanya bahwa produk itu sebenarnya robot dewasa dalam tubuh kecil. Robot seks ini juga disebut bukan untuk budaya Barat, tapi Asia.
"Mereka terlihat sangat imut. Tapi bagi saya itu (tetap) kelihatan seperti anak kecil dan saya mempertanyakan orang yang menjualnya. Reaksi langsung saya adalah ini tidak benar," tambahnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan