Pencarian populer

7 Pekerjaan Unik di Dunia yang Tak Bisa Ditemukan di Indonesia

Dabbawalas, pengantar makan siang di India Foto: Shutter Stock
Di Indonesia, profesi seperti polisi, dokter, pebisnis, atau jurnalis pastinya bukan lagi pekerjaan yang asing terdengar di telinga kamu. Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang dibayar khusus untuk mengantre atau mendorong penumpang di kereta?
ADVERTISEMENT
Ya, ada beberapa pekerjaan unik yang hanya bisa kamu temukan di negara lain, selain Indonesia. Orang-orang tersebut dibayar secara khusus untuk mempermudah kehidupan para penduduknya dalam mendapatkan sesuatu, atau sebagai objek penelitian.
Apa saja?
1. Mengantre - Italia, Jepang, dan New York
Ilustrasi mengantre di loket check in bandara Foto: Shutter Stock
Pernah menghabiskan waktu terlalu lama di suatu tempat hanya karena mengantre? Di Italia, jalur birokrasi yang lama di lembaga pemerintahan mampu membuat penduduk di negeri yang terkenal karena pastanya itu menghabiskan waktu sekitar 400 jam per tahun dalam antrean.
Coba bayangkan saja jika 400 jam waktu produktif tersebut digunakan untuk bekerja, seberapa besar penghasilan yang bisa didapatkan? Banyak, kan.
Untuk mengatasi itu, akhirnya penduduk setempat pun menyewa codista, atau orang khusus yang akan mengambil antrean dan mengantre sambil menunggu giliranmu tiba.
Ilustrasi mengantre. Foto: Thinkstock
Codista akan bertugas membayar tagihan, mengambil paket, surat, atau datang sesuai agenda ke kantor pemerintahan jika dibutuhkan. Bukan cuma di Italia saja, lho, di New York dan Jepang juga ada pekerjaan untuk mengantre bagi orang lain.
ADVERTISEMENT
Pengantre profesional tersebut biasanya disewa untuk menukarkan tiket konser, janji temu dengan Departemen Kendaraan Bermotor, atau membeli sepatu kets limited edition yang baru dirilis. Mereka biasanya tidak akan merasa kesulitan meskipun antreannya panjang dan lama, selama mereka dibayar.
2. Berbaring di Tempat Tidur dalam Waktu Lama - Amerika Serikat
Mengantuk, Lalu Tidur Foto: Pixabay
Selama lebih dari satu dekade, NASA telah membayar orang untuk berbaring di tempat tidur dalam waktu yang lama untuk mempelajari apa yang terjadi pada tubuh mereka. Melalui studi penelitian itu, kamu hanya diperbolehkan untuk berbaring diam dan hanya menggunakan kamar mandi, makan, atau melakukan kebutuhan dasar lainnya dalam durasi yang terbatas.
Meski begitu, kamu bisa melakukan segala sesuatu yang kamu mau asalkan tubuhmu tetap berbaring. Biasanya para peserta diberikan sedikitnya 17 ribu dolar Amerika atau setara Rp 238, 9 juta.
ADVERTISEMENT
3. Pengeruk Sepeda - Amsterdam, Belanda
Pengeruk sepeda dari kanal di Amsterdam, Belanda Foto: Shutter Stock
Dikenal sebagai kota paling ramah bagi pengendara sepeda, Amsterdam jadi negara dengan jumlah kepemilikan sepeda terbanyak di dunia. Hampir setiap rumah memiliki sepeda lebih dari satu. Amsterdam juga jadi kota dengan penduduk yang paling senang gonta-ganti sepeda.
Menariknya, sering kali sepeda-sepeda milik penduduk kota tersebut berakhir di kanal jadi besi tua dan rongsokan. Untuk itu, Pemerintah Kota Amsterdam mempekerjakan tim pengeruk sepeda profesional untuk menggali 12 - 15 ribu sepeda setiap tahunnya dengan cakar hidrolik untuk didaur ulang.
4. Pacar, Teman, atau Keluarga Sewaan - Jepang
Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutterstock
Di Jepang, kamu bisa menyewa pacar dan teman untuk menemani dirimu ke mana saja. Kamu bisa menyewa pria atau wanita selama yang diinginkan, agar tidak terlihat kesepian.
Ilustrasi keluarga Jepang Foto: Shutter Stock
Harganya pun beragam, sesuai dengan orang yang dipilih dan durasi waktu yang kamu gunakan bersama mereka. Bukan cuma itu, di Jepang juga kamu bisa menyewa anggota keluarga untuk mengobati kerinduan pada ayah, ibu, kakek, nenek, atau saudara-saudari lainnya.
ADVERTISEMENT
5. Pendorong Penumpang Kereta di Stasiun - Jepang
Oshiyas, pendorong penumpang di kereta Jepang Foto: Shutter Stock
Bagi kamu yang terbiasa menggunakan transportasi commuter line di Kota Jakarta, berdesak-desakan, dan dorong-dorongan tentunya menjadi salah satu rutinitas yang tidak bisa dilewatkan. Di Jepang, ada orang-orang tertentu yang dipekerjakan untuk mendorong para penumpang agar muat di dalam metro, terutama di jam-jam sibuk.
Oshiyas, pendorong penumpang di kereta Jepang Foto: Shutter Stock
Dikenal sebagai Oshiyas, mereka biasanya menggunakan topi khas dan sarung tangan putih. Sehingga orang-orang bisa sampai tepat waktu di kantor dan tidak terlambat untuk bekerja.
6. Pengurus Pulau
Ilustrasi pengurus pulau Foto: Shutter Stock
Pemerintah dan individu yang memiliki pulau-pulau di Karibia, Australia, dan kawasan Asia-Pasifik kerap kali mempekerjakan orang-orang yang punya skill dalam pertukangan atau arsitektur untuk merawat pulau. Tidak sembarang orang bisa jadi island caretaker, karena biasanya ada persyaratan tertentu saat melakukan rekrutmen.
ADVERTISEMENT
Biasanya yang terpilih sebagai island caretaker adalah orang-orang yang bisa berenang, senang snorkeling atau diving, punya kemampuan bahasa Inggris yang baik dan komunikatif.
7. Pengirim Kotak Makan Siang - India
Dabbawalas, pengantar makan siang di India Foto: Shutter Stock
Di India, ada orang-orang yang dibayar khusus untuk mengambil makan siang dari rumah para karyawan dan mengantarkannya ke tempat kerja. Orang-orang yang dijuluki sebagai Dabbawalas tersebut biasanya akan dengan mudah ditandai, karena mengendarai sepeda yang diberi keranjang papan di bagian belakang untuk menyimpan makanan.
Selain menggunakan sepeda, Dabbawalas juga biasanya menjunjung kotak makanan para pekerja dalam papan yang diletakkan di atas kepala atau gerobak. Mirip dengan layanan antar makanan di masa kini, Dabbwalas sudah menjadi salah satu pekerjaan penduduk di India selama lebih dari 127 tahun.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80