kumparan
30 Agu 2018 7:56 WIB

7 Tipe Orang yang Mesti Kamu Hindari untuk Jadi Travel Buddy

Bertemu Orang Baru Saat Traveling (Foto: Thinkstocks)
Bagi kamu yang berniat jalan-jalan tetapi tidak ingin sendirian, mencari teman perjalanan atau travel buddy bisa menjadi opsi lain selain mengikuti open trip. Karena dengan membawa teman, kamu bisa bebas mengeksplorasi tempat yang dituju, tanpa harus merasa kesepian.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, mencari travel buddy ternyata susah-susah gampang. Gampang apabila kamu memang sudah mengenal orang-orang tertentu yang punya cara hidup atau kebiasaan yang sama dengan kamu. Tetapi susah untuk menemukan orang yang bisa seirama dan memiliki kecepatan yang sama dengan kamu.
Dilansir Channel News Asia, ada tujuh tipe orang yang mesti kamu hindari untuk dijadikan sebagai travel buddy. Tipe-tipe orang ini mungkin tidak serta-merta membuat perjalananmu menjadi lebih sulit atau tidak nyaman. Tetapi mereka bisa saja terlalu sibuk dengan 'dunia' sendiri, sehingga kamu akan tetap merasa sepi dan sendirian.
Agar kamu tidak salah memilih travel buddy, simak artikel berikut, ya!
1. Si 'Putri dan Pangeran'
Traveler jenis 'Putri dan Pangeran' akan sulit untuk kamu ajak jalan-jalan dengan bujet terbatas. Mereka sudah terbiasa hidup mewah, hotel bintang lima, jalan-jalan menggunakan taksi dan makan di restoran dengan reputasi baik.
ADVERTISEMENT
Bukan hanya itu saja, kalangan putri dan pangeran juga biasanya memilih jenis liburan yang fancy, seperti kapal pesiar dan perawatan tubuh dengan harga tinggi. Kamu akan kesulitan mengajak mereka hiking, camping, berenang, atau aktivitas lainnya yang akan membuat mereka tak lagi sedap dipandang.
Karena memikirkan penampilan sepanjang liburan, sang putri dan pangeran biasanya akan membawa banyak barang, bahkan lebih banyak dari pada yang bisa mereka bawa. Kamu juga bisa saja diminta tolong untuk membawakan barang-barang mereka.
2. Si Workaholic
Ilustrasi bekerja pada malam hari (Foto: Pixabay)
Traveler pecinta kerja atau yang dijuluki sebagai workaholic menjadi tipe yang dihindari saat sedang jalan-jalan. Karena workaholic akan lebih banyak menghabiskan waktu berdiam di dalam kamar hotel hanya untuk bekerja.
ADVERTISEMENT
Handphone dan laptop menjadi barang penting yang tidak bisa dilepaskan dari traveler jenis ini. Bahkan, jika kamu memaksa mereka untuk keluar dari ruangan, workaholic akan tetap membawa laptop atau handphone bersama mereka.
Jangan heran jika mereka merasa hampa tanpa jaringan WIFI atau lebih banyak menghabiskan waktu bercengkrama dengan atasannya, ketimbang melakukan eksplorasi denganmu.
3. Si Tukang Terlambat
Merasa bahwa kehidupannya menjadi pusat orbit bumi dan lingkungan sekitar, orang-orang dengan kebiasaan suka terlambat adalah jenis yang mesti kamu hindari sebagai travel buddy. Alasanya karena mereka akan selalu berusaha datang 'mepet' dengan waktu yang dijanjikan.
Hasilnya, mereka akan selalu membuat teman-teman seperjalanannya tidak tenang menjelang penerbangan. Yang paling parah, ada kemungkinan untuk tertinggal pesawat atau reschedule agenda perjalanan.
ADVERTISEMENT
Kamu pasti tidak mau membayar lebih hanya karena kesalahan orang lain, kan?
4. Si Tukang Diet
Traveling bukan sekadar jalan-jalan dan eksplorasi budaya saja, tetapi juga mencoba kuliner khas daerah yang dikunjungi. Kalau kamu memilih teman traveling yang sedang atau senang diet, kamu pasti akan kesulitan saat hendak mencari makanan.
Tak cuma karena mesti mengikuti selera makanan travel buddy kamu, tetapi juga karena kamu merasa tidak nyaman mencari makan sendiri-sendiri. Traveling dengan teman jenis ini juga akan membuat pengeluaran kamu menjadi lebih besar, karena kalian tidak bisa berbagi makanan.
5. Si Mager
Warga Prancis yang paling banyak jam tidur. (Foto: Pixabay)
Orang-orang yang mager alias malas bergerak adalah tipe selanjutnya yang mesti kamu hindari untuk traveling. Tipe ini biasanya akan lebih senang berlama-lama di kamar hotel, memanfaatkan akses internet yang kencang untuk menonton berbagai film favoritnya atau bermain game.
ADVERTISEMENT
Si mager juga akan berusaha untuk berjalan tidak jauh dari tempat penginapan. Mereka biasanya akan memilih untuk membeli makanan di restoran atau kedai makanan dekat penginapan, ketimbang eksplorasi tempat wisata untuk melihat keunikan daerah yang mereka kunjungi.
6. Influencer atau Blogger
Kata siapa perempuan tak bisa traveling sendirian? (Foto: Thinkstock)
Sebenarnya jalan-jalan dengan blogger atau influencer memiliki banyak keuntungan. Selain karena mereka bisa memberikan banyak tips traveling, blogger atau influencer bisa menjadi 'guru' yang tepat bagi kamu yang membutuhkan banyak insight baru. Biasanya traveler tipe ini punya banyak pengalaman dan tidak pelit ilmu untuk dibagikan.
Sayangnya karena traveling merupakan bagian dari pekerjaan mereka, kamu tidak akan bisa menghabiskan banyak waktu dengan mereka.
Karena mereka membutuhkan waktu sendiri untuk membuat konten, mulai dari berfoto dengan berbagai jenis pose dan dari berbagai angle, merekam momen-momen untuk dijadikan video, hingga update di media sosial lewat instastory.
ADVERTISEMENT
7. Si Teler
Millenial anggap mabuk sebagai hal memalukan. (Foto: Thinkstock)
Tipe ini biasanya sangat 'lemah' di hadapan minum beralkohol. Umumnya karena terlalu senang dengan alkohol, mereka tidak mampu mengendalikan keinginan untuk menenggak minuman keras. Hasilnya, kamu baru bisa memulai perjalanan travelingmu pada siang hari, karena travel buddy-mu kesulitan untuk bangun pagi.
Terkadang ketika mabuk, ia akan melakukan hal-hal yang tidak normal, seperti mengajak bicara lampu merah, marah kepada dinding, tertawa tanpa sebab, atau mencari masalah dengan polisi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·