kumparan
23 Mei 2018 16:09 WIB

Alasan Lampu Kabin Pesawat Diredupkan saat Take Off dan Landing

Ilustrasi penerbangan di malam hari (Foto: Pixabay)
Kamu sedang berada dalam penerbangan pesawat malam. Saat sedang asyik membaca majalah in-flight, tiba-tiba terdengar instruksi bahwa lampu kabin akan diredupkan. Kamu dipersilahkan untuk menyalakan lampu di atas kursimu jika ingin lanjut membaca.
ADVERTISEMENT
Pernahkah kamu bertanya mengapa prosedur itu harus dilakukan?
Meredupkan lampu menjelang take off dan landing adalah protokol standar dalam penerbangan yang dilakukan semua maskapai. Prosedur tersebut lebih terasa jika kamu berada dalam penerbangan malam. Apa alasan di baliknya?
Proses lepas landas dan mendarat adalah momen paling kritis dalam penerbangan. Menurut statistik Boeing dilansir dari USA Today, 16 persen kecelakaan pesawat terjadi saat proses take off dan 29 persen menjelang landing. Oleh karena itu, keahlian pilot bisa diukur lewat kehalusan proses lepas landas dan mendarat.
Meredupkan lampu kabin juga menandakan penumpang harus kembali ke kursi masing-masing dan mengencangkan sabuk pengaman. John Lewis, seorang pilot senior asal Amerika Serikat memaparkan kepada CN Traveler bahwa tindakan antisipatif itu dilakukan agar penglihatan penumpang menyesuaikan dalam gelap.
Kabin Pesawat (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
“Selama take off dan landing di malam hari, kami meredupkan lampu sehingga kamu dapat memiliki penglihatan malam,” tutur John.
ADVERTISEMENT
Mata kita bisa membutuhkan 10 menit untuk menyesuaikan pandangan dalam gelap. Jika dalam skenario terburuk terjadi insiden saat take off atau landing, mata penumpang sudah terbiasa dalam gelap sehingga lebih fokus dalam proses evakuasi. Bayangkan jika gelap total saat terjadi insiden dan mata kita belum terbiasa? Pasti penumpang akan lebih panik.
Menit-menit yang dibutuhkan mata kita untuk berkalibrasi juga sangat berharga jika digunakan dalam proses evakuasi. Oleh karena itu pihak maskapai mengantisipasi dengan meredupkan lampu lebih dulu sebelum skenario terburuk terjadi.
Meredupkan lampu kabin tidak hanya dilakukan selama lepas landas dan mendarat, melainkan juga di momen kritis lainnya. Misalnya saat pesawat menembus cuaca buruk. Dengan begitu, penumpang juga merasa lebih siaga.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan