Pencarian populer

Awal Tahun 2019, Lion air Catat Kinerja Tepat Waktu Hingga 85 Persen

Pesawat Lion Air Boeing 747-400. Foto: AFP/ADEK BERRY

Maskapai bersimbol singa merah, Lion Air kerap kali diasosiasikan sebagai maskapai penerbangan yang 'rajin' delay atau menunda penerbangan. Penundaan ini membuat para penumpang mau tak mau berangkat dan tiba lebih lama akibat bergesernya waktu keberangkatan.

Harga tiketnya yang relatif lebih murah ketimbang maskapai lainnya, mau tak mau jadi alasan para penumpang untuk merasa keterlambatan pesawat sebagai hal yang wajar. Namun, ternyata ada hal menarik yang terjadi pada periode Januari-Maret 2019.

Lion Air dan Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-hatta, Jakarta. Foto: AFP/Adek BERRY

Lion Air nyatanya mencatatkan kinerja ketepatan waktu (on time performance atau OTP) hingga 85,97 persen dari total frekuensi terbang 36 ribu kali dengan rata-rata 400-420 penerbangan per hari. Pencapaian ini menunjukkan bahwa rata-rata kinerja Lion Air yang tertinggi, dan bahkan meningkat hingga lebih dari 20 persen dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya mencapai 65-70 persen.

Data OTP merupakan ketepatan pesawat saat kedatangan (arrival) atau keberangkatan (departure) dalam waktu kurang dari 15 menit dari jadwal yang ditentukan. Penghitungan tersebut dilakukan berdasarkan laporan Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group secara tepat waktu dan bersamaan (real time) pada triwulan pertama 2019.

Menurut keterangan resmi yang diterima kumparan, peningkatan kinerja terkait ketepatan waktu tersebut merupakan upaya Lion Air untuk mewujudkan komitmen menghadirkan layanan yang terbaik pada pelanggan. Tak hanya berangkat tepat waktu, Lion Air juga berupaya agar para pelanggan bisa merasakan kenyamanan saat terbang dengan mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first).

Lion Air (for Headline) Foto: Istimewa

Lion Air juga mengungkapkan, bahwa seluruh lini maskapainya akan selalu patuh dan menerapkan budaya keselamatan (safety culture). Guna memastikan kelancaran penerbangan setiap hari dan berusaha menjaga tingkat ketepatan waktu, sejalan menjawab pergerakan penumpang dan pesawat, Lion Air akan senantiasa melakukan koordinasi intensif bersama pihak terkait.

Caranya dengan menjalankan strategi yang tepat agar operasional berada pada level terbaik secara konsisten, sehingga berdampak positif terhadap kualitas layanan dan tingkat ketepatan waktu penerbangan. Lion Air mengaplikasikan standar prosedur pengoperasian pesawat udara menurut aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat, serta hal lainnya.

Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan tekhnisi Lion Air melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan kalibrasi dengan menggunakan alat simulasi kecepatan dan ketinggian pesawat pada pesawat Boeing 737-Max 8 milik Lion Air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/3). Foto: FOTO/Muhammad Iqbal

Pengoperasian pesawat milik Lion Air Grup juga mengikuti prosedur yang diterapkan oleh DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara), Kementerian Perhubungan RI. Untuk mengoptimalkan pesawat, Lion Air melakukan pengelolaan dengan sistem rotasi (pergerakan pesawat) yang disesuaikan dengan jarak pada rute, infrastruktur bandar udara, tingkat keterisian penumpang (load factor), dan lainnya.

Lion Air menggunakan sistem yang terstruktur dan koordinasi yang berkesinambungan antara perawatan pesawat (maintenance), tim operasional, serta keputusan yang cepat (quick action), guna menentukan rotasi baru apabila ada hambatan yang terjadi di lapangan (irregularities). Hal ini dilakukan untuk mengurai dampak keterlambatan penerbangan.

Untuk pengaturan mekanisme operasi pesawat, Lion Air memiliki utilisasi 8-9 jam per hari, rata-rata enam pesawat menjalani perawatan (schedule maintenance), serta rata-rata lima pesawat sebagai cadangan (stand by). Hingga saat ini, Lion Air melayani jaringan ke lebih dari 51 kota tujuan domestik dan internasional dengan rata-rata 400 frekuensi penerbangan per hari.

Illustrasi Pesawat Lion Air. Foto: Instagram/@lionairlines

Seiring meningkatkan kualitas layanan melalui OTP, Lion Air menawarkan konsep “tren perjalanan udara simpel”, sesuai era kekinian atau Millennials Traveling. Jika traveler akan membawa bagasi saat bepergian, maka dapat membeli bagasi. Sebaliknya, bila berangkat tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi, sehingga lebih ekonomis karena disesuaikan dengan kebutuhan.

Lion Air juga memperbolehkan traveler untuk membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) dengan maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item), seperti tas laptop/perlengkapan bayi/bahan membaca/kamera/tas jinjing wanita (hand luggage) ke dalam kabin (hand carry), yang mengikuti aturan berlaku sesuai maksimum ukuran dimensi bagasi kabin pesawat.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Selasa,21/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22