kumparan
16 Mar 2019 5:58 WIB

Berburu Jembatan di Singapura, Dari Tertinggi Hingga Terunik

com-Helix Bridge Foto: Shutterstock
Lazimnya, jembatan hanyalah sebuah sarana penyeberangan bagi pedestrian ataupun kendaraan. Fungsinya hanya menghubungkan satu titik ke titik lainnya. Namun tidak di Singapura. Jika ditelusuri lebih jauh, Negeri Singa memiliki beberapa jembatan dengan berbagai fungsi: sebagai sarana penyeberangan, sebagai tempat berolahraga, sebagai perantara agar manusia bisa melihat panorama menawan, hingga sebagai spot berfoto yang instagramable.
ADVERTISEMENT
Siapkan pakaian dan sepatu yang nyaman serta air minum yang cukup, karena daftar ini akan mengantar kamu ke wisata jembatan Singapura!
Helix Bridge
Ketika berkunjung ke Singapura, lepaskan sejenak pikiran tentang lelah berjalan kaki. Apalagi jika kamu berkunjung ke area terpopuler di Singapura, Marina Bay Sands dan Merlion Park. Gunakanlah MRT, dan turunlah di Stasiun Bayfront yang mengarah langsung ke Marina Bay Sands. Keluar dari pusat perbelanjaan, tidak jauh dari Art Science Museum, kamu akan melewati sebuah jembatan bernama Helix Bridge.
Helix Bridge adalah jembatan pejalan kaki yang menghubungkan area Marina Bay dengan Centre Marina. Dibangun pada 2010 oleh arsitek Australia, jembatan ini memiliki keunikan: bentuknya seperti DNA. Di lantai Helix Bridge kamu akan melihat lampu-lampu dengan huruf C, G, A, dan T; huruf-huruf tersebut merupakan inisial dari empat basis DNA: Cytosine, Guanine, Adenine, dan Thymine.
ADVERTISEMENT
Alkaff Bridge
Singapura memang penuh warna. Negara ini selalu menawarkan guratan cerah baik lewat budaya maupun bangunannya. Sebut saja House of Tan Teng Niah di Little India, Old Hill Street Police Station di Jubilee Walk, hingga sebuah jembatan unik bernama Alkaff Bridge yang membentang di Robertson Quay, tidak jauh dari pusat hiburan malam Clarke Quay.
Cerahnya warna Alkaff Bridge kontras dengan sekitarnya. Perbedaan yang mencolok itulah yang membuat jembatan sepanjang 55 meter ini terlihat menonjol dan menarik perhatian.
Alkaff Bridge dibangun pada 1997 dan selesai pada 1999. Awalnya jembatan ini memiliki fungsi yang sama seperti jembatan-jembatan lainnya — sebagai sarana penyeberangan dari satu sisi sungai ke sisi lainnya. Sejak dilukis pada 2004 oleh Pacita Abad, seorang visual artist asal Filipina, Alkaff Bridge menjadi salah satu spot instagramable di Singapura.
ADVERTISEMENT
MacRitchie Reservoir TreeTop
com-MacRitchie Reservoir TreeTop Foto: Shutterstock
Mencari ketenangan dengan melihat hamparan warna hijau di Singapura tidaklah sulit karena lebih dari 47% luas Singapura adalah kawasan hijau. Untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dan modernitas Negeri Singa, cobalah datang ke MacRitchie Nature Trail & Reservoir Park, sebuah waduk yang dibangun pada 1867.
Setelah melewati jalanan dengan panorama hutan hujan tropis, kamu akan melihat sebuah jembatan gantung yang hanya bisa dilalui oleh satu jalur saja. Jembatan tersebut dikenal dengan sebutan Treetop Walks yang menghubungkan dua titik tertinggi di MacRitchie. Seperti berjalan di atas pohon — mungkin itulah yang bisa menggambarkan bagaimana sensasi berjalan di Treetop Walk. Namun tidak hanya itu saja, kamu juga dapat bertemu dengan beberapa fauna yang dibiarkan hidup di habitat aslinya.
ADVERTISEMENT
Henderson Waves
Gelombang ombak tidak hanya dapat kamu temukan di pantai. Di Singapura, kamu bisa menemukan sebuah jembatan yang bergelombang seperti ombak, melengkung dan memutar sepanjang 274 meter — namanya Henderson Waves, sebuah jembatan dengan ketinggian 36 meter yang diresmikan pada 2008.
Bentuknya yang unik membuat jembatan ini diburu wisatawan sebagai objek berfoto. Namun untuk masyarakat lokal, jembatan ini sering dijadikan sarana berolahraga — baik jogging atau sekadar trekking ke tiga taman yang ada di area Southern Ridges Walk (Kent Ridge Park, Telok Blangah Hill Park, dan Mount Faber Park).
Selepas matahari terbenam, kamu tetap dapat menikmati jembatan ini berkat pencahayaan dari LED yang menawan pada pukul 19.00 hingga 02.00 setiap malamnya.
ADVERTISEMENT
Fort Siloso Skywalk
com-Fort Siloso Skywalk Foto: Shutterstock
Tidak banyak yang tahu bahwa di Sentosa Island terdapat sebuah skywalk tersembunyi. Memang dibutuhkan tenaga ekstra untuk mengunjungi Fort Siloso Skywalk, apalagi jika kamu tidak menggunakan shuttle bus. Sejak turun dari Sentosa Express di Beach Station, susuri Pantai Siloso hingga bertemu dengan beberapa beach club. Dari sana, teruslah berjalan hingga bertemu sebuah skywalk yang menjulang ke atas dengan nama “Fort Siloso” di depannya.
Ketika sampai di Fort Siloso Skywalk, kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan untuk mencapai puncak: menaiki lift atau trekking ditemani rimbunnya pepohonan dan suara jangkrik yang bersahutan.
Setelah sampai di puncak, kamu dapat menikmati pemandangan Sentosa Island dari ketinggian 43 meter, mencoba sisi unik skywalk berupa pijakan kaca yang memungkinkannu melihat langsung ke bawah, atau masuk lebih dalam untuk menemukan jejak peninggalan sejarah.
ADVERTISEMENT
OCBC Skyway Gardens by the Bay
Ketika berkunjung ke Gardens by the Bay, dari kejauhan kamu akan langsung disambut oleh Supertree Grove — pohon raksasa dengan bentuk unik yang tidak hanya berfungsi sebagai pajangan, tetapi juga memiliki fungsi selayaknya pohon sungguhan. Terdapat beberapa Supertree Grove di area Gardens by the Bay. Masing-masing dari pohon tersebut dihubungkan sebuah jembatan tali baja bernama OCBC Skyway.
Melintasi OCBC Skyway merupakan sebuah cara lain untuk mendapat perspektif yang berbeda dari Gardens by the Bay. Dari jembatan setinggi 22 meter ini kamu bisa menikmati panorama di sekitar area Marina Bay. Jika ingin merasakan sensasi yang berbeda, datanglah ketika matahari mulai terbenam. Seketika area tersebut akan bermandi warna dari lampu-lampu yang menghiasinya.
ADVERTISEMENT
Tidak melulu tentang modernitas, Singapura nyatanya memiliki berbagai tempat anti-mainstream yang mungkin bisa menjadi pilihanmu di kunjungan berikutnya. Kapan lagi bisa berwisata di jembatan dengan kisah dan bentuk yang menarik.
Jangan hanya melihat-lihat, jadilah penjelajah.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Disponsori oleh