Pencarian populer
Festival Padang Melang Sukses Digelar untuk Promosikan Wisata Anambas
Festival Padang Melang, Kabupaten Anambas (Foto: Elmalisa Bancin/kumparan)
Pantai Padang Melang merupakan salah satu kawasan objek wisata yang menjadi unggulan di kawasan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Pantai yang memiliki panjang sekitar 7,2 kilometer ini disebut-sebut sebagai ikon dari Kepulauan Anambas.
Sejak tahun 2014, dinas pariwisata Kepulauan Riau selalu mengadakan Festival Padang Melang sebagai acara tahunan di kawasan tersebut. Sayangnya, ditahun 2015 dan 2016 kegiatan ini sempat ditiadakan karena banyaknya kendala.
Pada tahun 2014 dan 2017, acara ini selalu digelar pada bulan April. Hal ini karena menurut kalender China yang dipercayai masyarakat Kepulauan Anambas, pada bulan April cuaca cukup dingin dan sangat baik untuk digelar festival.
Festival Padang Melang, Kabupaten Anambas (Foto: Elmalisa Bancin/kumparan)
Namun, untuk tahun 2018, acara Festival Padang Melang digelar pada bulan Juli selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Kamis (26/7) hingga Sabtu (28/7), dengan mengusung tema 'Helat Budaya Melayu Pesisir'.
Pihak penyelenggara mengatakan mereka terpaksa memundurkan jadwal festival, karena memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan semua kebutuhan acara tersebut.
Tak hanya dimeriahkan oleh penduduk lokal, acara ini juga dihadiri oleh para pejabat di Kepulauan Anambas serta gubernur dari Kepulauan Riau, Dr. H. Nurdin Basirun. S. Sos. Msi.
Festival Padang Melang, Kabupaten Anambas (Foto: Elmalisa Bancin/kumparan)
Sesuai dengan temanya, acara tersebut melibatkan banyak sanggar seni tradisional yang terdapat di kawasan Kepulauan Anambas. Setiap pertunjukan seni yang ditampilkan dibawakan oleh para pelajar, serta anggota sanggar yang diharapkan dapat menjadi pelestari kebudayaan tradisional Anambas.
"Beberapa minggu sebelum kegiatan, kami membuka pendaftaran bagi sanggar-sanggar yang ingin tampil di festival.
Selain itu, sebagian sanggar yang kami rasa cukup menarik serta mempelajari seni budaya yang mulai langka kami datangi dan undang langsung," ungkap Yoel Wijaya, Kepala Seksi Potensi dan Daya Tarik Wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Anambas, ketika berbincang dengan kumparanTRAVEL di Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau, Kamis (26/7).
Beberapa atraksi kesenian yang ditampilkan dalam festival ini, yaitu arakan Gendang Panjang, atraksi silat kampong, berbalas pantun, tabur beras kuning, pengalungan cual, petatah petitih junjong adat, dan masih banyak lagi. Dari semua kesenian yang ditampilkan, tradisi doa tolak Bale merupakan kegiatan yang paling sakral dan wajib dilakukan setiap pergelaran Festival Padang Melang.
Festival Padang Melang, Kabupaten Anambas (Foto: Elmalisa Bancin/kumparan)
Tradisi Doa Tolak Bale dilakukan untuk menghalau semua roh-roh jahat yang akan mengganggu Kepulauan Anambas. Ritual ini dipimpin langsung oleh imam adat yang sudah paham mengenai tradisi tersebut, serta masih memiliki garis keturunan dengan ketua adat sebelumnya.
Dalam acara ini sang imam adat akan mendoakan seserahan yang diberikan oleh masyarakat, seperti risol, serutan kelapa, ketupat, dan sebuah makanan tradisional yang dibungkus dengan daun pepaya. Saat ritual sedang berlangsung, semua penduduk serta para pejabat yang hadir dan imam adat harus duduk bersila kaki.
Setelah ketua adat mendoakan sesajian, para wanita yang ikut ambil bagian dalam ritual tersebut harus membagikan makanan yang telah didoakan kepada semua orang, termasuk wisatawan asing.
Festival Padang Melang, Kabupaten Anambas (Foto: Elmalisa Bancin/kumparan)
Setelah acara ritual Doa Tolak Bale di gelar, acara dilanjutkan dengan kegiatan makan bedulang, yaitu memakan makanan tradisional khas Kepulauan Anambas. Pihak panitia sebelumnya juga telah menyediakan berbagai kuliner khas daerah, seperti bubur pedas, lakse, nasi dagang, bubur lambuk, hingga aek buoh kepayang.
Tak hanya kegiatan kesenian tradisional, acara ini juga diisi dengan festival layang-layang. Sebanyak 1000 layang-layang dibagikan kepada anak-anak yang tinggal di sekitar Pantai Padang Melang, serta para wisatawan yang mengikuti kegiatan tersebut.
Setelah festival layang-layang selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan festival Tari Zapin Kreasi. Dalam kegiatan ini, sebanyak delapan sanggar seni budaya yang mempelajari tari zapin berkompetisi untuk menjadi pemenang.
Festival Padang Melang, Kabupaten Anambas (Foto: Elmalisa Bancin/kumparan)
Acara festival Padang Melang ini merupakan salah satu sarana promosi yang dilakukan pihak pemerintah untuk menggaet para investor agar menanamkan saham di Kepulauan Anambas. Selain karena keindahannya, alasan lain dinas pariwisata memilih mempromosikan Pantai Padang Melang dibandingkan objek wisata lainnya karena infrastruktur dan penduduknya.
Pantai Padang Melang, Kabupaten Anambas (Foto: Elmalisa Bancin/kumparan)
Kawasan Pantai Padang Melang, yang terdapat di Letung, kecamatan Jemaja, memiliki infrastruktur, seperti jalan serta bandara udara yang lebih bagus, dibandingkan kawasan objek wisata lainnya di Kepulauan Anambas. Tak hanya itu, para penduduk yang tinggal di Letung juga masih memegang kuat adat istiadat, serta kebudayaan daerah yang telah diturunkan oleh nenek moyang mereka.
"Dibandingkan tempat lain, penduduk Letung adatnya masih kuat dan kental. Jadi kita enggak cuma promosiin objek wisatanya, tetapi juga memperkenalkan kebudayaannya. Selain itu, karena keindahannya, Pantai Padang Melang ini diharapkan bisa menjadi gerbang wisatawan agar berkunjung ke tempat-tempat lainnya di (Kepulauan) Anambas," tutur Yoel.
Pantai Padang Melang, Kabupaten Anambas. (Foto: Elmalisa Bancin/kumparan)
Ke depannya Yoel menuturkan, bahwa pihaknya berharap acara Festival Padang Melang bisa digelar setiap bulan April. Hal ini dilakukan agar para wisatawan mengetahui jadwal kalender tahunan yang rutin digelar di Kepulauan Anambas.
Tak hanya pemerintah, para penduduk juga sangat antusias mengikuti acara ini. Sebagian penduduk bahkan terlibat langsung sebagai panitia acara demi menyukseskan Festival Padang Melang 2018.
Bagaimana, tertarik mengikuti Festival Padang Melang tahun depan?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: