kumparan
22 Mar 2019 7:42 WIB

Intip Fakta Unik Bandara I Gusti Ngurah Rai yang Kental Budaya Lokal

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Dok. Angkasa Pura I
Bandara I Gusti Ngurah Rai, menjadi gerbang pintu masuk bagi mereka yang ingin berpetualang ke Bali melalui udara. Tua, muda, laki-laki, perempuan, semuanya berlalu-lalang melewati bandara satu ini.
ADVERTISEMENT
Di balik itu semua, Bandara I Gusti Ngurah Rai selalu berbenah diri agar makin membuat pengunjung nyaman. Dan di balik fasilitas yang disediakan, sesungguhnya bandara satu ini juga menyimpan sederet keunikan. Nah, apa saja keunikan itu? Yuk, simak!
1. Menerima Deretan Penghargaan
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Dok. Angkasa Pura I
Bandara I Gusti Ngurah Rai kerap menyabet banyak penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dari berbagai sumber yang kumparan rangkum, bandara berkode DPS ini pernah meraih The First World Best Airport by Size 15-25 million, The Second Asia-Pasific Best Airport (over 2 million per year), dan Best Airport by Size and Region in Asia Pasific pada 2017. Kemudian, di tahun sebelumnya juga pernah meraih The 3rd World Best Airport 2016 hingga memperoleh Runner Up I Bandara Terbaik versi Majalah Bandara.
ADVERTISEMENT
2. Punya Fasilitas Menarik
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Dok. Angkasa Pura I
Dengan banyaknya penghargaan yang diraih, pastinya sejalan dengan fasilitas yang dimiliki. Maka tidak mengherankan bila Bandara I Gusti Ngurah Rai punya segudang sarana dan prasarana menarik.
Salah satunya adalah family toilet. Dengan ukuran lebih besar dari biasanya, dalam satu bilik toilet terdapat dua kloset, serta baby safety seat. Kabarnya Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi bandara pertama yang memiliki toilet keluarga.
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Dok. Angkasa Pura I
Selain menjadi bandara pertama yang punya toilet keluarga, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menjadi bandara pertama yang memiliki layanan duty free. Serta menjadi bandara dengan peringkat ke-6 di dunia terkait kecepatan koneksi internet.
Selanjutnya, bandara yang terletak di Bali Selatan ini juga dilengkapi dengan Multi Level Car Parking (MLCP) yang mampu menampung hingga 1.100 mobil. Dengan bentuk parkiran seperti sistem terasering —yang terkenal di Jatiluwih— dan berada di depan terminal internasional.
ADVERTISEMENT
Ada juga smoking area outdoor di terminal keberangkatan domestik yang langsung menghadap ke laut. Ya, tak seperti area ruang rokok pada umumnya, bila duduk santai sejenak di sini, matamu akan dimanjakan dengan pergerakan pesawat dan pemandangan laut lepas.
3. Arsitektur Kental Budaya
Mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, kamu akan dimanjakan dengan arsitektur yang sangat kental dengan budaya. Kedatanganmu akan disambut dengan arsitektur berupa relief-relief ukiran Bali dan lantunan gamelan khas Bali.
Saat pengumuman status penerbangan di terminal keberangkatan pun juga menggunakan bahasa setempat. Dan bila butuh bantuan, ada petugas Customer Service Officer yang menggunakan busana adat Bali. Tak hanya itu, bila kamu perhatikan, setiap signange dan ikon nama Bandara I Gusti Ngurah Rai juga dilengkapi dengan aksara Bali.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, kamu tak boleh melewatkan mampir ke Candi Bentar. Candi Bentar merupakan gapura yang mengadopsi gaya arsitektur khas Bali dan menjadi salah satu spot foto terfavorit di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Tak melulu soal budaya, arsitektur dari bandara tersibuk ketiga di Indonesia ini juga dilengkapi dengan atap yang bentuknya menyerupai gelombang laut. Ya, atap tersebut mencerminkan gelombang laut Bali untuk ‘menyambut’ wisatawan yang ingin surfing dan menikmati beragam hiburan pantai. Kabarnya konsep ini menjadi desain atap sea wave pertama di dunia.
4. Punya Hari Libur Sendiri
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Antara/Fikri Yusuf
Keunikan lain yang hanya ada di Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah punya hari libur sendiri. Ya, hari libur tersebut untuk menghormati umat Hindu agar mencapai ketenangan dan kenyamanan dalam beribadah.
ADVERTISEMENT
Jadi, selama satu hari penuh saat Hari Raya Nyepi seluruh aktivitas akan dihentikan. Seperti tahun ini, setidaknya 486 penerbangan tidak beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan