Pencarian populer

Menikmati Durian Banyuwangi Langsung di Bawah Pohonnya

Suasana menikmati durian di Songgon (Foto: Achmad Rafiq/kumparan)

Jalan-jalan ke Banyuwangi, Jawa Timur, jangan lupa mencicipi berbagai macam buah yang dihasilkan di sana. Bermacam buah seperti durian, jeruk, buah naga, melon hingga semangka juga tumbuh subur di sini.

Tak kalah dengan kota lainnya, Banyuwangi juga memiliki durian yang mampu memanjakan lidah para pecinta buah berkulit duri tersebut. Salah satu daerah penghasil durian terbesar, yakni berada di kawasan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur.

Ketika menyambangi Banyuwangi, kumparanTRAVEL pun penasaran untuk mencicipi Durian langsung di tengah-tengah pepohonannya.

Menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam dari Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, kami akhirnya tiba di 'Kampoeng Durian', Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur. Bahkan ketika turun dari mobil, aroma khas durian langsung menusuk hidung pengunjung yang hadir.

kumparanTRAVEL harus berjalan kurang lebih 300 meter menuju 'Likin Durian Garden', salah satu lokasi yang cocok untuk menikmati buah Durian di bawah pohonnya. Sepanjang perjalanan, pengunjung disajikan dengan pemandangan pohon durian yang menjulang tinggi.

Suasana menikmati durian di Songgon (Foto: Achmad Rafiq/kumparan)

Meski harus berjalan dengan kondisi agak naik-turun, tapi udara sejuk perkebunan, hingga suara gemercik air sungai, menjadi latar belakang perjalanan menuju lokasi tempat makan durian. Sehingga rasa lelah pun tidak terlalu terasa.

Setibanya di 'Likin Garden Durian', kumparanTRAVEL langsung disambut pemilik perkebunan durian tersebut. Dia adalah Solihin atau yang akrab disapa Likin. Sebelum menyantap durian, kami terlebih dahulu mencicipi makan siang ala desa, seperti pepes uling, ikan wader, tempe, bakwan jagung, buah, dan nasi tempong khas Banyuwangi.

Di tengah-tengah perkebunan durian, Likin membangun beberapa gubuk untuk pengunjung bersantai sembari menikmati makan siang atau mencicipi buah durian. Likin mengaku sudah cukup lama menjalani bisnis durian tersebut.

"Saya jualan durian sudah sekitar 26 tahunan. Tapi kalau buka ini (Likin Garden Durian) baru 3 tahun," ucap Likin kepada kumparanTRAVEL, di sela membelah durian yang siap kami santap, baru-baru ini.

Suasana menikmati durian di Songgon (Foto: Achmad Rafiq/kumparan)

Kemudian, durian yang dipetik dari pohonannya itu langsung kami santap. Ukuran durian ini berbeda-berbeda, ada yang besar dan kecil. Namun, meski memiliki ukuran tidak besar, rasa durian ini begitu nikmat dan tidak pahit.

Bagi yang tidak terlalu suka durian, setelah mencoba buah di sini, rasanya tidak akan puas jika hanya mencicipi satu biji durian saja. Pengunjung akan tertantang untuk mencicipi durian lainnya yang miliki cita rasa berbeda-beda.

Namun, durian yang berasal dari puluhan pohon ini belum memiliki nama yang khas. Likin hanya menyebutkan durian hasil panennya ini dengan nama Durian Songgon.

Untuk harga durian yang dijual juga cukup variasi, antara Rp 30-50 ribu, tergantung ukurannya. Namun, jangan khawatir ketika mencicipi durian di bawah pohonnya, karena durian-durian itu sudah diikat dengan tali.

Menariknya, durian milik Likin juga menghasilkan buah yang berbeda dari lainnya, karena berwarna merah. Durian merah ini bahkan sempat di ekspor ke sejumlah wilayah di Indonesia hingga keluar negeri. Namun, lantaran tak ingin buah unik itu muncul di wilayah lain, Likin memilih untuk menjual durian merah khas itu, di kampung halamannya, Songgon.

Sehingga jika pengunjung ingin menikmati buah durian merah, bisa langsung datang ke Banyuwangi. Namun, ketika kami ingin mencicipi durian merah tersebut, Likin mengaku buah itu belum masak.

Suasana menikmati durian di Songgon (Foto: Achmad Rafiq/kumparan)

Tak hanya itu, terdapat pula kolam air yang sangat jernih serta cukup dingin di tengah perkebunan. Air tersebut berasal dari aliran mata air alami di sekitar area lahan seluas kurang lebih satu hektar ini.

"Pengunjung juga boleh mandi dan berendam di situ. Enggak bayar (berendam di situ), karena ini kan punya alam, jadi siapa saja bisalah menikmati," kata pria berusia 46 tahun ini.

'Likin Garden Durian' ini biasanya ramai pada libur akhir pekan atau liburan panjang. Sehari-hari kata Likin, tamu yang hadir bisa mencapai 30-50 orang. Sementara ketika libur sekolah atau libur nasional lebih dari 50 orang per hari, bisa berkunjung dan mencicipi durian khas Banyuwangi, langsung di bawah pohonnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23