Pencarian populer
24 September 2018 9:03 WIB
0
0
Menilik Pesona Ostrich Capital of the World di Afrika Selatan
Burung unta di Kota Oudtshoorn, Afrika Selatan (Foto: Shutter Stock)
Oudtshoorn merupakan kota peternakan burung unta terbesar dunia di Afrika Selatan.
Di Indonesia, kamu pasti tidak merasa heran saat melihat peternakan ayam, tapi apa jadinya jika yang diternakkan adalah burung unta?
Ya, burung unta. Sebuah kota di Afrika Selatan yang bernama Oudtshoorn mendapat julukan sebagai 'Ostrich Capital of the World' karena memiliki populasi burung unta terbesar di dunia.
Pengunjung beri makan burung unta di Kota Oudtshoorn, Afrika Selatan (Foto: Shutter Stock)
Menggantungkan penghasilan dari burung unta, maka penduduk Kota Oudtshoorn memanfaatkan burung terbesar di dunia ini dengan cara membudidayakan dan diternakkan.
Berlokasi di Provinsi Western Cape, Oudtshoorn terletak tepat di antara pegunungan megah Klein Karoo.
Beriklim kering dan ekstrem, membuat penduduk yang tinggal di kota ini tidak bisa hanya sekedar mengandalkan pertanian saja untuk menyambung kehidupan. Karena tidak semua tanaman bisa dibudidayakan di Oudtshoorn.
Pengunjung beri makan burung unta di Kota Oudtshoorn, Afrika Selatan (Foto: Shutter Stock)
Bukan cuma itu saja, Oudtshoorn juga memiliki tanah yang tandus dan dihuni berbagai hewan liar. Untuk itu, penduduk setempat mencoba untuk membudidayakan burung unta. Yang juga merupakan salah satu spesies unggas liar di Afrika Selatan dan burung terbesar di dunia.
Karena bukan lagi hanya sekadar hewan liar yang berlalu lalang, jangan heran jika kamu melihat burung unta bergerak kesana-kemari dengan kakinya yang jenjang di daratan Oudtshoorn. Suatu pemandangan yang pastinya jarang kamu temukan di Indonesia, kecuali di beberapa kebun binatang.
Meski terkesan tidak wajar, namun ternyata burung unta mampu memberikan keuntungan berlipat bagi masyarakat Oudtshoorn. Bagaimana tidak, bulu burung menjadi aksesoris fesyen utama di Eropa dan Inggris sejak pertengahan tahun 1800an.
Saking tingginya permintaan akan bulu burung unta di tahun 1800an, para peternak burung unta pernah mengantongi uang sebanyak 200 Rand atau setara dengan Rp 202 ribu per kilonya pada tahun 1884. Tingginya harga ini membuat penduduk Oudtshoorn yang beternak burung unta menjadi jutawan hingga hingga saat ini.
Burung unta di Kota Oudtshoorn, Afrika Selatan (Foto: Shutter Stock)
Meski permintaannya saat ini menurun drastis, peternak burung unta juga tetap bisa menggunakan kulit unggas berleher panjang ini untuk membuat berbagai aksesoris kelas atas. Misalnya tas, ikat pinggang, dan sepatu, sedangkan dagingnya dikonsumsi sebagai pengganti daging sapi atau domba.
Burung unta di Kota Oudtshoorn, Afrika Selatan (Foto: Shutter Stock)
Nah, karena memiliki banyak peminat, banyak pula akhirnya peternakan yang membuka layanan bagi pengunjung untuk bertemu langsung dengan burung unta. Hal ini tentunya sangat menarik bagi kamu yang sangat suka binatang, terlebih unggas.
Di tempat-tempat tersebut, kamu bisa memberi makan burung unta yang galak tapi menggemaskan, melihat inkubator yang jadi tempat burung unta menetas, hingga berdiri di atas telurnya. Asyik, bukan?
Burung unta di Kota Oudtshoorn, Afrika Selatan (Foto: Shutter Stock)
Bagi kamu yang ingin melihat dan bertemu langsung dengan burung unta, Oudtshoorn memberikan berbagai pilihan peternakan yang bisa kamu kunjungi. Di antaranya Highgate Ostrich Show Farm, Safari Ostrich Farm, dan Cango Ostrich Farm.
Namun, walau menyenangkan, kamu tetap harus berhati-hati, ya. Karena burung yang galak ini memiliki kecepatan lari sejauh 70 kilometer per jam. Kalau bisa, jangan sampai buat dia marah, deh.
Bagaimana, tertarik berkunjung ke Afrika Selatan dan melihat langsung dari dekat si burung unta?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
setahun yang lalu · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
setahun yang lalu · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
setahun yang lalu · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: