Pencarian populer

Ozersk, Kota di Rusia yang Dijuluki Sebagai Kuburan Bumi

Kurchatov Rounda di Ozersk, Rusia Foto: Wikimedia Commons

Kamu mungkin pernah mendengar kisah Kota Chernobyl di Ukraina yang dikenal sebagai Kota Hantu setelah bencana nuklir pada 26 April 1986 silam. Dilansir dari berbagai sumber, sebanyak 30 orang tewas dan ribuan lainnya meninggal akibat radiasi radioaktif dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hal ini menyebabkan Chernobyl masuk ke dalam kategori tidak layak huni. Tapi kini, ada beberapa tur tertentu yang menyediakan wisata khusus untuk melihat Chernobyl dan dampak ledakan nuklir di sekitarnya dengan pengawasan tertentu.

Bangunan sekolah di kota Ozersk, Rusia Foto: Shutter Stock

Chernobyl bukanlah satu-satunya, di Rusia ada sebuah kota yang dijuluki sebagai 'kuburan bumi'. Kota tersebut adalah Ozersk. Ozersk dikenal sebagai tempat lahirnya program senjata nuklir Soviet pada masa Perang Dunia II.

Ozersk dulunya adalah kompleks produksi plutonium Soviet pertama dan tempat terjadinya tiga insiden nuklir dalam ukuran besar. Dibangun pada tahun 1948, Ozersk dulunya dikenal dengan nama City-40.

Monumen Kurchatov di kota Ozersk, Rusia Foto: Wikimedia Commons

Selama 40 tahun, City-40 menjadi sebuah kota 'gaib', karena memiliki penduduk, tetapi tidak pernah tercatat secara resmi dalam peta. Pada tahun 1945, sekitar 40 ribu tahanan diambil dari 12 kamp dan disuruh melakukan kerja paksa bersama dengan ilmuwan nuklir.

Mereka membangun fasilitas nuklir bawah tanah. Para terpidana Rusia setuju untuk bekerja di sana dengan imbalan hukuman yang lebih rendah. Tiga tahun setelahnya, City-40 sudah memadai dan diberi predikat sebagai sebuah kota.

Kemudian di bawah pemerintahan Stalin, Rusia merahasiakan kota ini dari negara-negara lainnya. Bukan cuma itu, penduduknya bahkan tidak tercatat dalam sensus resmi. Selain dihuni para tahanan yang disuruh kerja paksa dengan imbalan masa hukuman yang lebih ringan, ada pula penduduknya yang datang secara sukarela.

Penduduk kota Ozersk, Rusia Foto: Shutter Stock

Mereka tergiur dengan standar hidup yang ditawarkan oleh pemerintah di City-40. Pasalnya di City-40, orang-orang bisa mendapatkan hal yang lebih banyak dibandingkan dengan penduduk Uni Soviet.

Pekerjaan mereka dibayar lebih mahal, pendidikan yang ditawarkan lebih baik, dan perumahan yang lebih layak. Selain itu, toko-toko di kota juga penuh dengan makanan, pakaian bagus, parfum, buah-buahan eksotis, hingga makanan penutup pun bisa mereka dapatkan. Mereka merasa seperti dirawat oleh pemerintah.

Selain mendapat fasilitas yang lebih baik dibandingkan negara-negara Uni Soviet lainnya di masa itu, penduduk Ozersk percaya bahwa mereka adalah kaum yang terpilih. Mereka percaya bahwa mereka perisai kehidupan manusia dan penyelamat melalui kemampuan yang mereka miliki, itu sebabnya Ozersk juga diklaim sebagai 'Kota Intelektual'.

Gereja di kota Ozersk, Rusia Foto: Shutter Stock

Dilansir Bored Panda, Samira Goetschel, sutradara film dokumenter City-40 mengungkapkan bahwa walau menjadi kota rahasia, penduduknya tidak ingin meninggalkan kota. Mereka tidak merasa kekurangan. Identitas yang terisolasi justru menjadi sebuah kenyamanan bagi mereka.

"Mereka tidak akan melarikan diri, pemerintah telah menciptakan surga bagi mereka. Mereka memiliki semua hal yang dibutuhkan, bahkan lebih banyak dibandingkan dengan dunia luar.

Karena mereka tidak ditempatkan di peta manapun, mereka seakan jadi negara dalam negara. Identitas mereka terhapus. Rasanya seperti memasuki Twilight Zone, seolah-olah mereka tidak hidup dalam dimensi ini, tapi mereka sebenarnya ada dan nyata," katanya.

Sejak berdiri hingga kini, Ozersk dikelilingi oleh pagar kawat berduri ganda dan dipantau oleh penjaga bersenjata. Meski dianggap sebagai salah satu tempat dengan tingkat kontaminasi radioaktif tertinggi di dunia, Ozersk tetap tidak kehilangan pesona bagi para penduduknya.

Walau telah ditempatkan dalam peta pada tahun 1994, Ozersk hingga kini masih jadi rumah bagi cadangan nuklir Rusia dan bersifat rahasia. Sekitar 470 ribu penduduknya terkena kanker akibat paparan radiasi, dan para ilmuwan memperkirakan bahwa jumlah kontaminasi radionuklida di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 2-3 kali lebih tinggi dari pada Chernobyl.

Pusat kota Ozersk, Rusia Foto: Wikimedia Commons

Salah satu danaunya, yaitu Danau Karachay bahkan disebut sebagai Danau Kematian, karena tingginya kadar plutonium yang terdapat di dalamnya. Tahun 1967 silam, danau itu mengering dan menyebarkan debu radioaktif di area yang luas.

Hingga tahun 2001, pemerintah Rusia mengakui keberadaan 42 kota yang selama ini dirahasiakan, tetapi diperkirakan ada setidaknya 15 kota yang belum terungkap.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.31