Pencarian populer

Siap Digelar, Festival Pulau Penyengat Hadirkan Budaya Melayu

Festival Pulau Penyengat 2018 (Foto: Instagram @kemenpar)

"Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau. Sambung-menyambung menjadi satu, itulah Indonesia."

Kamu pernah mendengar nyanyian di atas?

Ya, lagu yang berjudul Dari Sabang sampai Merauke itu menggambarkan bahwa Indonesia memiliki beragam pulau yang sangat indah. Tak hanya indah akan pesona alamnya, setiap pulau di Indonesia juga memiliki adat dan budaya yang tak kalah menariknya.

Salah satunya adalah Pulau Penyengat yang terdapat di Kepulauan Riau. Memiliki banyak peninggalan sejarah yang dapat menarik wisatawan, membuat pulau ini menghadirkan festival daerah yang potensial, yaitu Festival Pulau Penyengat. Rencananya, festival ini akan digelar pada 14-18 Februari mendatang.

Festival yang sarat budaya Melayu itu memiliki lebih dari 20 agenda yang bisa dinikmati. Mulai dari lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba becak motor hias, membaca gurindam 12, pertunjukan wayang cicak, dan sederet acara menarik lainnya.

Ada pula program pendukung, seperti Fashion Malay Penyengat Syawal Serantau, Hunting Photography Penyengat Halal Competition, dan Short Film Netizen Penyengat Halal Competition.

"Tidak hanya itu, ada pula acara seru lainnya seperti Tour Pattern Penyengat Halal Competition, Khazanah Kompang Melayu. Agenda ini sekaligus menjadi sarana pertunjukan dan hiburan bagi wisatawan dan masyarakat Tanjungpinang," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Reni Yusneli.

Loading Instagram...

Lebih lanjut, Reni juga menuturkan bahwa akan ada tiga acara unggulan yang menjadi atraksi menarik. "Top 3 event meliputi Kompetisi Malay Fashion Carnaval, Parade Melayu dan Muslim Fashion, juga Bazar Melayu Fashion," lanjutnya.

Loading Instagram...

Fashion karnaval bertujuan untuk menggali konten lokal Melayu. Nantinya peserta akan memamerkan pakaian dengan model dan desain penuh atribut Melayu.

Untuk top 3 event, fashion karnaval sengaja dipilih yang bertujuan menggali konten Melayu. Nantinya, peserta akan memamerkan pakaian dengan model dan desain yang penuh atribut Melayu.

Dengan dihadirkannya festival ini, Reni berharap wisata mancanegara akan semakin tertarik untuk berkunjung ke Pulau Penyengat, terlebih wisatawan asal Malaysia dan Singapura. Selain jaraknya yang dekat, kultur dan budaya kedua negara juga menjadi pertimbangan. Ditambah budaya Melayu di Tanjungpinang masih kental dan terus dilestarikan.

Loading Instagram...

Tertarik untuk ikut meramaikan Festival Penyengat? Kamu cukup menuju Kota Penyengat dari kota Pangkalpinang dengan menggunakan kapal mesin. Dengan waktu tempuh 10 hingga 15 menit, kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 7 ribu untuk menyebrang.

Sementara itu, jika wisatawan ingin berkeliling Pulau Penyengat, bisa menggunakan becak motor yang dibanderol sebesar Rp 30 ribu per jam.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57