kumparan
23 Feb 2019 8:10 WIB

Thalaikoothal, Tradisi Sadis Membunuh Manula dari India

Ilustrasi Orang Tua di India Foto: Shutter Stock
Tamil Nadu adalah salah satu negara bagian di India. Salah satu wilayah di sini punya tradisi sadis sekaligus menyeramkan.
ADVERTISEMENT
Adalah Thalaikoothal, tradisi kuno untuk membunuh orang tua yang sudah lanjut usia. Dilansir dari India Times, biasanya yang melakukan hal ini adalah penduduk di Desa Madurai, Virudhunagar dan Teni.
Ilustrasi Orang Tua di India Foto: Shutter Stock
Thalaikoothal sendiri memiliki arti mandi atau siraman. Dinamakan demikian karena dalam prosesnya, orang yang sudah lanjut usia akan diberikan sejenis minyak mandi di pagi hari.
Kemudian dilanjutkan dengan memberikan minum berupa air kelapa. Efek yang ditimbulkan berupa perubahan suhu tubuh, gagal ginjal, demam tinggi, dan akhirnya meninggal dalam waktu satu hingga dua hari.
Ilustrasi Orang Tua di India Foto: Shutter Stock
Ada juga variasi lain, dengan memberikan susu sapi sambil mencubit hidung korban. Efeknya bisa mengakibatkan masalah pernapasan. Selain itu, masih ada beragam cara lainnya yang biasa digunakan untuk mengakhiri hidup korban.
ADVERTISEMENT
Dalam laporan The Hindu, beberapa tahun lalu di Virudhunagar, ada seorang lelaki berusia 80 tahun yang melarikan diri ke rumah kerabatnya. Ia berujar jika anak-anaknya sedang merencakan kematiannya karena ingin mengambil hartanya.
Ilustrasi Orang Tua di India Foto: Shutter Stock
"Dalam satu kasus di distrik Theni, seorang anak lelaki membunuh ayahnya yang sudah lanjut usia sehingga ia bisa bergabung dengan dinas pemerintah," ucap Dr. Priyamvadha, seorang Asisten Profesor di Departemen Kriminologi Universitas Madras.
Beragam alasan mendasari dilakukannya prakti ini. Yang paling populer karena faktor ekonomi, dimana sebuah keluarga merasa sulit secara finansial untuk merawat orang tuanya.
Meski sudah ditentang oleh banyak pihak, masih ada segelintir orang yang tetap menjalankannya. Biasanya mereka melakukannya secara diam-diam.
Bagaimana pendapatmu?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan