Pencarian populer

Etika yang Diperlukan saat Mengajukan Resign

Ilustrasi mengajukan resign. Foto: Shutterstock

Resign menjadi sebuah pilihan dalam karier ketika perusahaan sudah tidak membuat kita nyaman bekerja, baik itu karena faktor internal atau eksternal. Hal itu wajar, karena kita akan selalu dihadapkan pada peningkatan kebutuhan dan tantangan baru untuk kemajuan hidup.

Bila keputusan terbaik adalah mengundurkan diri, tentu kita harus menyerahkan posisi dengan sopan. Meski resign adalah hak karyawan, bukan berarti kita bisa meninggalkan posisi begitu saja. Ini perlu dilakukan agar tidak merepotkan perusahaan dan menjaga nama baik kita.

Ilustrasi perempuan karier. Foto: Shutterstock

Apa saja yang harus dilakukan ketika ingin resign? Ega Alfath S.Psi.,M.Psi, psikolog klinik di Sahabat Karib, memaparkan etika mengajukan resign yang baik.

Memilih waktu yang tepat untuk berbicara pada atasan

Suasana hati dapat mempengaruhi emosional seseorang. Jadi pilih waktu saat atasan kita sedang dalam kondisi cukup luang dan suasana hati yang baik. Lalu utarakan keinginan kita untuk resign, mulai dari atasan kita langsung hingga ke level atasan selanjutnya.

Sampaikan alasan kita resign

Dalam menyampaikan alasan, kita juga harus memilih mana alasan yang perlu disampaikan dan mana yang tidak. Selain itu, penting juga untuk mengatakannya dengan baik sehingga tidak terkesan menjelekkan atau menyudutkan manajemen dalam perusahaan.

Memenuhi prosedur resign

Ilustrasi Perempuan Karier. Foto: Shutterstock

Sebelum resmi resign, mungkin kita memerlukan waktu untuk melengkapi berkas-berkas yang diminta perusahaan dan inventaris alat-alat kantor yang kita pakai selama bekerja. Luangkan waktu setidaknya satu bulan hingga dua minggu sebelum resign untuk menyelesaikan urusan kita pada perusahaan.

Menyelesaikan proyek

Kalau kita sedang berperan penting dalam proyek besar bagi perusahaan, kita harus menyelesaikannya terlebih dahulu dibanding meninggalkannya begitu saja. Ini berkaitan dengan citra profesionalitas kita dan berisiko merusak hubungan baik dengan perusahaan.

Bila kondisinya kita sudah harus resign, pastikan semua pekerjaan penting yang menjadi tanggung jawab kita terselesaikan dan ada rekan yang memahami alur pekerjaan yang biasa kita lakukan.

Pamit

Saat atasan sudah menyetujui kita untuk resign, maka mulailah pamit dengan staf atau rekan kerja kita. Dalam proses pamit, jangan lupa untuk menyerahkan pekerjaan kita ke pihak-pihak terkait sampai tuntas. Hal ini agar kita bisa fokus ke pekerjaan yang baru.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.54