kumparan
6 Sep 2019 16:02 WIB

Grace Natalie tentang Bully: What Doesn't Kill You Make You Stronger

Grace Natalie untuk program Role Model kumparanWOMAN. Foto: Dok. Panji Indra
Beberapa waktu belakangan ini, Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, bisa dikatakan menjadi salah satu politikus yang sering mendapat sorotan. Pada Juni 2018 lalu, ia diisukan berselingkuh dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disebut Ahok. Dan pada awal November 2018, Grace diserang dengan beredarnya foto syur atas dirinya yang diyakini merupakan hasil editan.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, ia juga kerap menjadi korban bully di media sosial. Komentar netizen di Instagram mengenai dirinya pun juga begitu beragam. Mulai dari meremehkan kemampuannya sebagai politikus, menghujat karena Grace beragama minoritas, hingga bully bernada seksis yang juga kerap diterima oleh politisi perempuan lainnya.
Grace Natalie untuk program Role Model kumparanWOMAN Foto: Panji Indra
"Kalau perempuan tentu yang dipermasalahkan adalah soal bentuk tubuh dan segala sesuatu yang berkaitan dengan seksualitas. Saya pernah dulu difitnah dan dibully di media sosial karena foto saya diedit dengan bintang porno Jepang Miyabi. Lalu saya juga diisukan selingkuh dengan Pak Ahok. Ternyata bully seperti itu tidak hanya saya yang menghadapinya, tapi teman-teman perempuan di PSI juga," ungkap Grace Natalie kepada kumparanWOMAN saat wawancara untuk program Role Model beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Tetapi serangan bertubi-tubi itu tampaknya tak membuat ibu dua anak ini menjadi mudah menyerah. Meski awalnya terganggu, namun ia percaya bahwa ‘what doesn’t kill you make you stronger’ merupakan sebuah kalimat yang tepat untuk menggambarkan bagaimana ia bisa berjuang melawan bullying.
"Saat diisukan selingkuh, saya bisa tidur nyenyak. Itu artinya saya sudah mulai terbiasa dengan bullying ini. Sekarang sepertinya saya sudah dalam tahap kebal. Saya percaya bahwa 'What doesn't kill you, make you stronger' itu benar-benar nyata," ungkapnya.
Oleh karena itu, untuk membantu perempuan lain dalam menghadapi bullying, Grace Natalie membocorkan beberapa hal yang ia lakukan saat diserang fitnah atau di-bully. Kira-kira apa saja? Simak penuturan lengkapnya berikut ini.
Memiliki support system yang kuat
ADVERTISEMENT
Bagi Grace, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi kunci utamanya dalam menghadapi bullying. Ia mengaku saat ini sudah pada tahapan kebal dan tidak terpengaruh dengan bullying di media sosial berkat suaminya yang selama ini menjadi support system utama.
“Seandainya suami saya percaya dengan berita-berita itu, tentu rumah tangga akan terganggu. Tapi kalau suami bisa menertawakan fitnahnya bersama saya, menganggap semua editan-editan (foto yang beredar di internet) sebagai sebuah lelucon, saya jadi bisa lebih santai menghadapinya. Jadi menurut saya kuncinya ada pada support system yang kita punya. Sebagai perempuan kita harus memiliki support system yang solid. Kalau mau terjun ke dunia politik, para perempuan harus memastikan support system yang dimiliki benar-benar kuat. Karena apapun yang terjadi, mereka yang akan mendukung kita sepenuhnya.”
Grace Natalie bersama suami, Kevin Osmond, dan anak pertamanya, Kenzo. Foto: dok. @gracenat/ Instagram
Lakukan perlawanan balik
ADVERTISEMENT
Sebagai seorang perempuan, selain memiliki support system yang kuat, kita juga harus menjadi sosok yang punya keinginan untuk berjuang. Tidak pasrah dengan keadaan dan tidak juga mudah menyerah. Menurut Grace, jiwa berjuang pada diri perempuan ini sangat dibutuhkan untuk melawan bullying.
“Kalau bullying yang diterima berbentuk fitnah, maka kita harus melawan. Karena kalau didiamkan begitu saja, orang akan berpikir apa yang terjadi itu memang benar. Tantang saja mereka. Kalau memang itu salah, kita harus aktif meminta konfirmasi dan bukti-bukti lengkap dan buat narasi kebenarannya agar orang tidak terus-terusan berpikir fitnah itu benar.”
Grace Natalie untuk program Role Model kumparanWOMAN Foto: Panji Indra
Jangan terlalu banyak dipikirkan
Menurut Grace, kita memang tidak bisa menyenangkan semua orang. Mereka tentu memiliki pendapat masing-masing tentang kita. Oleh karena itu, kita harus menguatkan diri agar tidak mudah terdistraksi dengan ulah orang-orang di media sosial.
ADVERTISEMENT
“Kalau saya sudah pada tahap cuek. Lama-lama kita akan tahu mereka ini siapa. Bisa dilihat dari akun-akun yang digunakan untuk mem-bully. Kalau akunnya tidak memiliki follower tapi following-nya banyak, berarti itu akun bodong. Lupakan saja, tidak usah diambil pusing.”
Ikuti cerita inspiratif lainnya dari Grace Natalie eksklusif untuk kumparan pada topik Role Model.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan