kumparan
8 Agu 2019 13:47 WIB

Kisah Cinta Putri Mary dan Pangeran Denmark yang Mirip Dongeng Modern

Putri Mary dan Pangeran Frederik dari Denmark dalam acara kenegaraan. Foto: ROBIN UTRECHT / POOL / AFP
Publik masih dibuat terkesima dengan kisah cinta Kate Middleton dan Pangeran William atau Meghan Markle dan Pangeran Harry. Cerita mereka membuat banyak orang terpesona karena latar belakang Kate dan Meghan adalah 'masyarakat biasa' yang berjodoh dengan anggota keluarga Kerajaan Inggris.
ADVERTISEMENT
Tetapi rupanya kisah ini tidak hanya terjadi di Inggris saja. Kisah cinta romantis antara pangeran dan ‘rakyat jelata’ bak dongeng ini juga terjadi di Australia dan Denmark 15 tahun lalu.
Kisah ini dimulai pada tahun 2000, bertepatan dengan Olimpiade di Sydney. Saat sedang berjalan-jalan di sebuah pasar lokal di Sydney, seorang perempuan bernama Mary Elizabeth Donaldson menghentikan langkahnya di depan booth kartu tarot.
Berbekal rasa penasaran, ia setuju untuk 'dibaca' oleh peramal dan memilih beberapa kartu-kartu tarot. Sang peramal mulai membuka kartu tersebut satu per satu. Kemudian Mary yang saat itu masih berusia 28 tahun diramal bahwa ia akan meninggalkan pekerjaannya dan bertemu dengan seorang pria dari luar negeri, menjadi terkenal, dan pindah ke Eropa.
Putri Mary dan Pangeran Frederik dari Denmar selalu tampil mesra. Foto: ROBIN UTRECHT / POOL / AFP
"Setelah dibaca, saya pergi dari tempat itu dan berpikir 'oke, kedengarannya menarik tapi cukup sampai di sini saja'," tutur Mary pada Jens Andersen, penulis buku biografi Pangeran Frederik 'Under the Bar', dalam wawancaranya di 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
Selang beberapa waktu kemudian, Mary yang saat itu bekerja di perusahaan real estate tengah mengunjungi bar bersama teman-temannya, Andrew Miles dan Beatrice Tarnawski. Kala itu, bar tersebut dipenuhi dengan turis asing yang asyik menonton pertandingan Olimpiade melalui layar lebar.
Di saat yang bersamaan, Pangeran Frederik André Henrik Christian dari Denmark yang saat itu berusia 32 tahun tengah berkunjung ke Sydney dan berkumpul dengan adiknya, Pangeran Joachim, dan para sepupunya, Pangeran Nikolaos dari Yunani dan Putri Martha Louise dari Norwegia. Di sana, mereka bertemu dengan Pangeran Felipe dari Spanyol yang ternyata memiliki relasi dengan salah satu teman Mary.
Kumpulan keluarga bangsawan beserta Mary dan kedua temannya akhirnya menghabiskan waktu bersama. Mary dan Pangeran Frederik (yang saat itu hanya mengenalkan diri sebagai 'Fred') kemudian berkenalan dan asyik mengobrol. Mary sendiri tidak tahu bahwa laki-laki yang menjadi lawan bicaranya ini adalah anggota keluarga kerajaan Denmark.
ADVERTISEMENT
"Pertama kali bertemu, kami berjabat tangan. Saya sama sekali tidak tahu dia adalah Pangeran Denmark. Setengah jam kemudian, seseorang datang kepada saya dan bertanya 'apakah Anda tahu siapa mereka?'," lanjutnya lagi.
Dari pertemuan itu, Mary memberikan nomor teleponnya dan Pangeran Frederik meneleponnya keesokan hari. Keduanya sepakat untuk menjalani hubungan jarak jauh dengan memanfaatkan telepon, e-mail dan surat. Keduanya juga diam-diam melakukan perjalanan bolak-balik antara Australia dan Denmark.
Pada November 2001, hubungan mereka tercium publik. Majalah lokal Denmark menyebut Mary sebagai kekasih dari Pangeran Frederik. Mary yang saat itu bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Paris akhirnya pindah ke Copenhagen untuk bekerja di Microsoft sambil mengambil kursus bahasa Denmark.
Kisah Cinta Putri Mary dan Pangeran Frederik dari Denmark yang seperti dongeng. Foto: KAZUHIRO NOGI / AFP
Keduanya resmi tampil di depan publik sebagai kekasih pada Januari 2003 di Hobart, Australia, dalam perlombaan kapal pesiar. Kala itu, media Denmark tampak terpesona dengan latar belakang Mary; anak terakhir dari empat bersaudara sekaligus anak dari profesor matematika John Donaldson dan lulusan hukum dari salah universitas ternama di Australia serta memiliki pekerjaan di bidang periklanan.
ADVERTISEMENT
Sembilan bulan kemudian, tepatnya Oktober 2003, pihak Kerajaan Denmark mengumumkan pertunangan Pangeran Frederik dan Mary. Rupanya, Pangeran Frederik melamar Mary saat keduanya melakukan perjalanan ke Roma, Italia. Dan pada Mei 2004, Mary resmi menikahi Pangeran Frederik di Gereja Kathedral Copenhagen. Ia juga berpindah kewarganegaraan dan menjadi penganut Lutheran.
Pernikahan Mewah
Pernikahan Mary dan Pangeran Frederik kala itu menyedot perhatian masyarakat Denmark. Mary mengenakan gaun berwarna ivory dari bahan satin yang dirancang oleh desainer Denmark, Uffe Frank. Ia juga mengenakan penutup kepala yang panjangnya hingga enam meter lengkap dengan tiara yang diberikan oleh ibu Pangeran Frederik, Ratu Margrethe. Penutup kepala ini telah dipakai oleh hampir seluruh pengantin perempuan dari keluarga Kerajaan Denmark sejak 1905 silam.
Putri Mary dan Pangeran Frederik dari Denmark. Foto: ludovic MARIN / AFP
Usai pemberkatan pernikahan, keduanya menaiki kereta kuda dari Gereja Kathedral Copenhagen menuju Istana Amalienborg untuk menggelar resepsi pernikahan. Di malam yang sama, pasangan ini pergi ke Afrika untuk berbulan madu.
Putri Mary dan Pangeran Frederik dari Denmark bersama keempat anak-anaknya. Foto: SEBASTIEN FEVAL / AFP
Kini, Pangeran Frederik dan Putri Mary telah menikah selama 15 tahun. Mereka dikaruniai empat orang anak; Pangeran Christian (14), Putri Isabella (12), dan anak kembar Pangeran Vincent serta Putri Josephine (8). Meski merupakan anggota keluarga Kerajaan Denmark, Pangeran Frederik dan Putri Mary tetap memperlakukan keempat anaknya seperti anak-anak pada umumnya. Mereka bersekolah di sekolah umum dengan menaiki sepeda, bahkan tak jarang melakukan ski dan berkuda bersama-sama.
ADVERTISEMENT
Selain berperan sebagai ibu bagi empat orang anak-anaknya, Putri Mary juga berperan aktif dalam kegiatan sosial. Ia juga disenangi oleh masyarakat Denmark serta kerap dipuji atas kecerdasannya, paras cantiknya, sekaligus pemilihan gaya busananya yang santun dan elegan.
Putri Mary dan Pangeran Frederik dari Denmark menggendong anak kembarnya. Foto: DEAN LEWINS / POOL / AFP
"Saya tidak pernah berharap untuk menjadi seorang putri. Saya sebenarnya ingin menjadi dokter hewan," Mary pernah berujar suatu kali.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan