Pencarian populer

Mengenal Putri Hassa dari Arab yang Terlibat Kasus Penganiayaan

Putri Hassa Binti Salman. Foto: Getty Images

Putri Hassa binti Salman, anak perempuan Raja Salman dari Arab Saudi sedang menjadi pemberitaan media internasional saat ini akibat keterlibatannya dalam kasus penganiayaan di Paris, Prancis. Putri Hassa dituduh telah memerintahkan pengawalnya untuk menganiaya seorang pekerja di apartemennya. Akibat tuduhan tersebut, jaksa penuntut pun meminta hukuman enam bulan untuk Putri Hassa dan denda USD 5.600 atau setara dengan Rp 78 juta.

Sebenarnya insiden ini adalah kasus lama yang telah terjadi pada September 2016. Namun karena proses hukum yang alot, Putri Hassa baru bisa diadili pada Selasa (9/7), itu pun tanpa kehadiran sang putri. Persidangan hanya menghadirkan pengawalnya Rani Saidi yang juga dikenakan tuduhan melakukan kekerasan.

Kasus ini membuat nama Putri Hassa mencuat ke permukaan, padahal sebelumnya publik tidak terlalu mengenal sosok putri Arab ini. Dari sekian banyaknya keturunan Raja Salman sang penguasa Arab Saudi, mungkin sosok Putri Hassa yang menjadi tanda tanya besar karena tak banyak publikasi media tentang dirinya, bahkan tak mudah menemukan informasi dari sosok Putri Hassa di dunia maya.

Potret Putri Hassa saat masih kecil. Foto: PHILIPPE WOJAZER / POOL / AFP

Berdasarkan pantauan kumparanWOMAN, foto-fotonya juga sulit ditemukan di dalam Google Images, berbeda dengan putri lainnya dari Kerajaan Saudi.

Namun, berdasarkan beberapa riset baca, berikut fakta yang dapat kumparanWOMAN rangkum dari sosok Putri Hassa.

1. Anak perempuan satu-satunya Raja Salman

Diketahui, Putri Hassa merupakan anak dari pernikahan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari istri pertamanya yang bernama Sultana binti Turki Al Sudairi. Dari total 13 orang anak Raja Salman, Putri Hassa addalah anak perempuan satu-satunya.

2. Lulusan universitas bergengsi dunia

The Telegraph mengungkapkan bahwa putri yang berusia 43 tahun tersebut merupakan lulusan dari University of Westminster, Inggris dengan jurusan Diplomatic Studies. Ia melanjutkan pendidikan masternya ke School of Oriental and African Studies of the University of London.

3. Berprofesi sebagai dosen di King Saud University

Menurut laporan dari Arab News, Putri Hassa adalah seorang dosen di Fakultas Hukum, Universitas King Saud, Arab Saudi. Ia merupakan sosok dosen yang cukup aktif dalam kegiatan kampus. Bahkan ia sempat memberikan pidato dalam peresmian pameran karier untuk perempuan di Prince Sultan University, Arab Saudi pada tahun 2007.

4. Memiliki kepedulian terhadap isu perempuan

Sebagai seorang akademisi Putri Hassa juga memiliki kepedulian terhadap isu perempuan. Pada 2013 lalu, Putri Hassa mengapresiasi keputusan Raja Abdullah bin Abdul Aziz yang memutuskan untuk melibatkan 30 perempuan dalam Majelis Syura Kerajaan Arab Saudi. Sebelumnya pada tahun 2007, ia juga memberi apresiasi kepada para jurnalis perempuan dengan mendonasikan uang senilai 200 ribu riyal Arab Saudi atau setara dengan Rp78 juta.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.54