kumparan
15 Mei 2019 21:13 WIB

Menyiasati Berhubungan Seks saat Bulan Ramadhan

Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta. Foto: Shutterstock
Sebagian orang mungkin menghabiskan waktu lebih banyak untuk melakukan berbagai aktivitas di Bulan Ramadhan. Mulai dari bangun lebih awal untuk menyiapkan sahur, bekerja seperti biasa, hingga melakukan ibadah di bulan suci seperti tarawih dan salat malam lainnya.
ADVERTISEMENT
Terkadang, kondisi ini membuat hasrat untuk berhubungan seksual bagi pasangan yang sudah menikah terasa menurun. Meski begitu bukan, berarti Anda bisa harus meninggalkan aktivitas hubungan seksual selama bulan puasa.
Menurut seksolog klinis Zoya Amirin, aktivitas dengan waktu yang padat selama bulan puasa memang membutuhkan penyesuaian pola hubungan seksual. Namun bukan berarti penolakan hubungan seks jadi hal yang diwajarkan.
“Jangan karena sudah capek, lalu harus menyiapkan sahur dan lainnya, jadi menolak melakukan hubungan seksual. Itu tidak sehat," kata Zoya saat dihubungi kumparan pada Rabu (15/5).
Ilustrasi foreplay. Foto: Shutterstock
Zoya menyatakan, kondisi ini bisa disiasati. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah sebaiknya setiap pasangan menanamkan pikiran untuk menyenangkan pasangannya masing-masing. Pemikiran ini penting supaya tidak timbul konflik suami istri karena menolak berhubungan seks.
ADVERTISEMENT
"Tidak apa-apa, dicoba pelan-pelan, toh hasilnya kan membahagiakan jadi kenapa menolak,” sambungnya.
Selanjutnya, Anda bisa memberikan perhatian lebih pada pasangan. Perhatian ini membuat pasangan akan lebih merasa dicintai. Rasa cinta yang diberikan akan lebih mudah membangkitkan rangsangan pada pasangan.
“Kalau kita mau melayani pasangan kita, tanyakan saja ‘Apa yang bisa saya lakukan agar Anda merasa dicintai?’ Jadi kalau mereka menolak, tanyakan seperti itu,” jelasnya.
Menurut Zoya, ada pasangan yang membuat jadwal hubungan seksual dengan pasangan. Meski telah memiliki jadwal, terkadang hubungan seksual yang diinginkan juga urung terjadi. Faktornya bermacam-macam, di antaranya adalah rasa lelah dan mood yang tidak terbangun dengan baik. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan bonding alias menjalin keintiman dengan pasangan.
Ilustrasi seks. Foto: Shutter Stock
“Misal sudah jadwalnya hubungan seks, namun mood tidak bagus untuk berhubungan seksual, jangan paksakan. Tapi jangan juga menolak bercinta. Kalau sudah capek sekali, tetap pelukan. Kalau dari pelukan jadi terangsang ya syukur. Kalau tidak ya sudah tidak apa-apa, yang penting bonding,” ungkap Zoya.
ADVERTISEMENT
Menurut Zoya, kepuasan tidak selalu dihasilkan dari hubungan seks tapi juga bisa dari pelukan dan perhatian. Namun, bukan berarti tanpa seks semua akan aman. Seks tetap dibutuhkan. Jika memang sudah cukup lama tidak melakukan hubungan seks selama bulan puasa, Zoya menyarankan untuk bertanya pada pasangan agar menghasilkan saling pengertian satu sama lain.
“Bahas saja, ‘Sayang, ini sudah dua minggu puasa, kita belum berhubungan seks apakah tidak apa-apa?”. Katakan saja, terbuka dan bicarakan, supaya saling merasa diperhatikan dan tetap harmonis,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan