kumparan
31 Agu 2019 12:56 WIB

Teddy Quinlivan, Model Transgender Pertama di Iklan Chanel Beauty

Teddy Quinlivan model transgender Chanel Foto: Instagram @teddy_quinlivan
Pertama kali Chanel Beauty menggaet model transgender untuk menjadi wajah atau model kampanye mereka. Ia adalah Teddy Quinlivan, model asal Amerika Serikat yang berusia 25 tahun. Teddy muncul dalam iklan kecantikan Chanel Beauty yang menampilkan kampanye Summer Look.
ADVERTISEMENT
Seperti dilansir Independent, kerjasama model transgender dengan Chanel cuku[ menyita perhatian publik. Sebab, ini menjadi momen penting bagi rumah model asal Prancis itu. Keputusan Chanel bekerja sama dengan Teddy menandai langkah positif untuk kemajuan industri mode dan kecantikan.
Sebelum bekerja untuk Chanel, Teddy yang tinggal di Boston, Amerika Serikat itu telah tampil di catwalk untuk brand ternama dunia lainnya, di antaranya Louis Vuitton, Gucci dan Chloe. Ia juga pernah menjadi model brand kecantikan Amerika Serikat seperti Milk Make-Up, Redken, hingga koleksi busana Maison Margiela asal Prancis.
Tentunya, tampil sebagai model untuk Chanel membuat Teddy sangat bangga. Ia mengekspresikan rasa bahagianya lewat caption dan unggahan video iklan Chanel di akun Instagramnya.
ADVERTISEMENT
“Saya tidak menangis lagi saat ada hal-hal yang menyedihkan, tetapi bukankah menarik utuk menitikkan air mata di masa kemenangan? Ini adalah salah satu momen saya menangis atas kemenangan. Seluruh hidupku adalah perjuangan,” tulisnya di unggahan Instagram 26 Agustus 2018 lalu.
Ia juga berbagi kisah soal beberapa bullying yang pernah ia hadapi semasa kecil hingga masuk dunia kerja. Menurutnya, kebanggaan menjadi model Chanel sekarang sepadan dengan perlakuan tidak menyenangkan yang terjadi di masa lalu.
"Dari diintimidasi di sekolah secara konsisten, anak-anak mengancam akan membunuhku dan menjelaskan secara rinci bagaimana mereka akan melakukannya. Ayahku sendiri memukuliku dan memanggilku homo, hingga menerima pukulan balik dari industri setelah berbicara di depan umum tentang pelecehan seksual di tempat kerja. Ini adalah kemenangan yang membuat hal tak menyenangkan itu jadi sepadan," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Teddy menceritakan, sebelumnya ia telah tampil dalam dua show untuk Chanel. Namun itu pada masa di mana ia belum mengungkapkan identitas sebagai transgender ke publik. Ketika ia membuka identitas, ia bahkan sudah siap untuk tidak lagi bekerja dengan Chanel.
"Saya pikir, saya tidak akan pernah bekerja dengan Chanel. Tapi di sinilah saya, di Chanel Beauty Advertising. Saya transgender terbuka pertama yang bekerja di Chanel, dan dengan sangat rendah hati saya bangga mewakili komunitas saya," tulisnya.
Teddy pun mengakhiri tulisannya dengan pesan inspiratif untuk tidak pernah menyerah dalam mencapai mimpi. Ia menegaskan pada semua orang untuk terus bertahan dan tekun dalam setiap tantangan untuk meraih kesuksesan.
"Dunia akan menendang Anda, meludahi Anda, dan memberi tahu bahwa Anda tidak berharga. Itu adalah tugas Anda untuk memiliki kekuatan untuk berdiri dan terus berjuang, karena jika Anda menyerah maka Anda tidak akan pernah merasakan air mata kemenangan. Terima kasih untuk semua orang yang membuat mimpi ini menjadi kenyataan!" tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya sukses di dunia model, Teddy memiliki prestasi yang cukup cemerlang. Ia berhasil menjadi advokat dan juru bicara untuk komunitas transgender. Bahkan ia sempat menjadi pembicara di TED sebuah aplikasi untuk berbagi gagasan. Di aplikasi itu, Teddy membahas soal harga diri dan identitas diri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan