kumparan
29 Jan 2019 11:06 WIB

3 Kebiasaan Buruk di Medsos yang Bikin Kamu Enggak Percaya Diri

Kecanduan media sosial memicu mental buruk (Foto: Pexels)
Media sosial (medsos) saat ini mungkin sudah enggak bisa lepas lagi dari kehidupan kita. Terutama bagi para pelajar dan remaja, medsos bisa dimanfaatkan dari sekadar wadah berkabar sampai aktualisasi diri.
ADVERTISEMENT
Nah, tapi enggak semua orang bisa mengaktualisasikan dirinya dengan baik di medsos. Dilansir Your Tango, setidaknya ada tiga kebiasaan buruk di medsos yang bikin kamu jadi enggak percaya diri untuk beraktualisasi. Apa saja?
1. Membandingkan diri dengan orang lain
Ilustrasi main media sosial. (Foto: Geralt/Pixabay)
Profil medsosmu terlihat biasa saja. Sedangkan feed yang muncul di berandamu tampak sempurna. Teman-temanmu semua memposting hal-hal bahagia semisal makan di tempat fancy, liburan ke tempat cozy, atau pamer momen kemesraan bareng pacar.
Stop berpikir membanding-bandingkan seperti itu kalau enggak mau dirimu terasa seperti sobat misqueen, sengsara, dan banyak derita hidupnya. Kamu harus tahu kalau semua yang ditampilkan di medsos belum tentu seperti aslinya. Lagipula, kamu bisa menjadi bahagia, kok, dengan caramu sendiri.
ADVERTISEMENT
2. Berpura-pura menjadi orang lain
Ilustrasi swafoto. (Foto: Kaique Rocha (CC0 Public Domain))
No, no, kamu enggak cuma bermain medsos buat menyenangkan hidup orang lain. Terutama netizen yang suka komen dan nyinyir sana-sini. Kalau karena itu kamu jadi berpura-pura jadi orang lain, bisa hilang kehidupanmu dan merasa enggak percaya lagi dengan diri sendiri nantinya.
Pastikan bermain medsos bukan hanya untuk sekadar like. Postinglah sesuatu yang memang ingin kamu posting, dan itu bisa membuatmu merasa senang. Dan ingat, selalu jadi diri sendiri dan menerima dirimu apa adanya, Gengs!
3. Baper akan pencapaian orang lain
com-Update di sosial media (Foto: Thinkstock)
Terkadang medsos membuatmu jadi orang yang merasa paling enggak berguna sedunia. Bukan karena kamu enggak melakukan usaha apa-apa. Tapi kamu begitu karena merasa pencapaian atau prestasi orang lain yang diposting di medsos lebih ‘wah’.
ADVERTISEMENT
Misal teman-temanmu bisa pergi ke luar negeri, bisa juara di ajang lomba, atau dapat IPK 4.0 saat kuliah (ini IPK atau Revolusi Industri 4.0?). Sedangkan kamu merasa enggak sehebat itu.
Percayalah bahwa setiap dari kita memiliki kehebatan di bidang masing-masing. Jadi enggak perlu baper, ya! Okey?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan