Pencarian populer

3 Tips Agar Profil LinkedIn Kamu Lebih ‘Menjual’

Aplikasi LinkedIn di iOS. (Foto: StockSnap via Pixabay (CC0 License))

Siapa yang enggak mau ‘diperebutkan’ oleh banyak perusahaan menjadi salah satu karyawan mereka? Yap, para pencari kerja, khususnya kalangan muda saat ini pasti mengerti bagaimana sulitnya berkompetisi untuk merebut hati para perekrut kerja.

Beragam cara dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, salah satu yang biasa dilakukan adalah ‘mempercantik’ profil LinkedIn mereka.

Sayangnya, enggak semua orang tahu cara menata profil LinkedIn agar lebih ‘menjual’ di mata perusahaan. Nah, untuk itu, Olivier Legrand, Managing Director, APAC, LinkedIn, membagikan rahasianya kepada kamu. Yuk, disimak.

1. Profil yang akademis

Kedekatan Generasi Milenial dengan Teknologi (Foto: rawpixel)

Untuk terlihat profesional di mata perekrut kerja, kamu perlu terlihat kompeten agar mampu meyakinkan hati perusahaan. Karenanya, kalangan muda perlu menata profil LinkedIn mereka dengan rapi dan tersusun. Jangan lupa juga menyertakan berbagai pengalaman magang dan pendidikan yang ditempuh dalam bentuk cerita, guys.

2. Foto

Peluncuran LinkedIn Dream Jobs (Foto: Dok. LinkedIn)

Salah satu hal yang membuat HRD tertarik untuk memproses lamaran kamu adalah melihat foto profil LinkedIn. Yap, sekalipun tampak sepele, foto profil kamu berbicara banyak hal kepada para perekrut, termasuk seberapa profesionalnya kamu, lho.

“Kalangan muda harus memasang foto seprofesional mungkin dalam profil LinkedIn mereka,” tambah Olivier Legrand.

3. Bangun relasi yang penting

Milenial cenderung kritis dalam berpikir (Foto: flickr/@ITUPictures)

Membangun relasi memang bagus, apalagi buat kamu yang ingin memperoleh pekerjaan. Namun, Olivier justru mengatakan akan jauh lebih bagus kalau kalangan muda hanya membangun relasi bersama orang yang mereka perlukan saja. Sebab, orang-orang yang berada di LinkedIn hanya membangun relasi secara profesional dengan orang yang mereka kenal saja.

“Kalaupun mau mengincar satu perusahaan tertentu dan ingin membangun relasi bersamanya, coba untuk memulai pendekatan secara halus dan profesional di LinkedIn. Jangan semua ingin dijadikan teman,” pungkas Olivier.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23