Pencarian populer

5 Alasan Kenapa Deadpool adalah Superhero yang Cocok untuk Milenial

Deadpool. (Foto: Dok. foxmovies.com)

Deadpool aka si Merc with a Mouth baru saja tampil kembali ke layar lebar pada pertengahan Mei 2018 lewat film berjudul Deadpool 2.

Terkenal dengan mulut yang ‘bocor’ dan tingkah lakunya yang kocak, Deadpool bisa dibilang sebagai superhero yang cocok bagi kaum milenial. Berikut lima alasan kenapa Deadpool layak dibilang sebagai superhero paling cocok buat anak milenial.

1. Nge-vlog

Deadpool Breaking the Fourth Wall. (Foto: Curb Stomp via Giphy)

Salah satu yang khas dari Deadpool adalah ia sering kali menyapa pembaca atau penontonnya dengan komentar-komentar lucu.

Hal ini mirip dengan apa yang dilakukan para vlogger saat menyapa para penontonnya. Uniknya lagi, kemampuan untuk "Breaking the Fourth Wall" dan menyapa para audiens ini telah dilakukan Deadpool sebelum kemunculan para vlogger seperti sekarang.

Mungkin bisa dibilang, Deadpool adalah superhero sekaligus seorang vlogger pertama dari Marvel.

2. Muncul akibat buruknya pelayanan kesehatan

Kisah awal dari Deadpool memang sering berubah-ubah. Namun ada satu yang terus menjadi dasar cerita utama Deadpool, yaitu masalah kesehatan.

Menurut salah satu kisah Deadpool, Wade Wilson didiagnosis dengan kanker stadium 4 dan terpaksa harus menjadi bahan eksperimen militer dengan harapan bisa sembuh.

Menurut Dorkly, kebanyakan milenial di AS sendiri memiliki pengalaman negatif dengan sistem kesehatan di sana. Nah, kehadiran Deadpool bisa dibilang sebagai lambang frustasi banyak orang atas keadaan sistem kesehatan yang tak peduli di mana pun, selalu penuh masalah.

3. Punya obsesi besar terhadap suatu hal

Deadpool. (Foto: Dok. foxmovies.com)

Persamaan antara Deadpool dan milenial adalah adanya keinginan yang besar terhadap suatu hal. Kalau milenial terobsesi dengan gadget dan item fashion terkini, Deadpool memiliki obsesi berlebih pada senjata, terutama dua pedang di punggungnya, yang dinamai Bea dan Arthur.

Namun sayang obsesi Deadpool pada senjata api tidak begitu diperlihatkan pada dua film terbarunya. Di film terbarunya, Deadpool sering kali melupakan senjata apinya tepat sebelum memulai pertarungan dengan tokoh antagonis di film tersebut.

Padahal siapa yang tak ingin melihat Deadpool menggila dengan berbagai senjatanya.

4. Seorang SJW

Pink Deadpool (Foto: YouTube/Ryan Reynolds)

Social Justice Warrior atau SJW adalah istilah yang sering diberikan bagi orang yang memiliki pandangan progesif dalam isu sosial, seperti feminisme, identitas politik, dan juga multikulturalisme.

Dan siapa yang menyangka bahwa Deadpool, tokoh superhero yang kental dengan kekerasan, adalah seorang SJW.

Seperti dalam filmnya, Deadpool sering menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang SJW dengan menolak menyebut seseorang berdasarkan warna kulit atau juga pernah menjelaskan pada lawannya, yang kebetulan seorang perempuan, bahwa ia menyerangnya bukan karena ia perempuan.

5. Mengikuti perkembangan budaya pop

Meme adalah suatu fenomena baru yang muncul berkat kaum milenial, dan Deadpool bisa dibilang sebagai salah satu karakter di Marvel yang paling lihai menggunakan meme.

Selain itu Deadpool juga dikenal menggunakan banyak referensi atau budaya pop tahun 90an yang tidak asing bagi kebanyakan milenial.

Mulai dari referensi dari film "Fight Club" atau candaan soal fidget spinners pernah keluar dari mulut Deadpool. Bahkan pada film terakhirnya, banyak referensi dari budaya pop zaman sekarang.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60