Pencarian populer

5 Jenis Kekerasan dalam Pacaran dan Tanda-tandanya

Ilustrasi masalah dalam hubungan. (Foto: Thinkstock)

Menjalin hubungan pacaran dengan kekasih pujaan bisa terasa membahagiakan. Akan tetapi kalau pacaran tersebut sudah diwarnai dengan tindak kekerasan, jangan harap kamu bisa bertahan.

Agar kamu tak tersakiti oleh pacarmu, kamu harus tahu kekerasan apa saja yang mungkin dilakukan. Dilansir American Psychological Association, kenali lima potensi jenis kekerasan dalam pacaran berikut tanda-tandanya.

1. Kekerasan Verbal

Hubungan Tidak Direstui Orang Tua (Foto: Thinkstock)

Sesuai namanya, kekerasan ini didefinisikan sebagai perilaku yang bisa menyakiti pasangan karena kata-kata. Kalau kamu sudah menemui perilaku penghinaan hingga name calling (panggilan yang merendahkan), maka tandanya kamu mengalami kekerasan verbal.

2. Kekerasan Psikologis atau Emosional

Jika kamu merasa terancam, terintimidasi, rahasiamu atau aibmu tersebar, dibuat cemburu, diperlakukan secara posesif, dan diisolasi dari pertemanan atau keluarga oleh pacarmu, jangan diam. Kamu harus melakukan sesuatu karena tindakan pacarmu itu merupakan kekerasan psikologis.

3. Kekerasan Fisik

Ilustrasi kekerasan. (Foto: Shutterstock)

Kekerasan ini mungkin yang paling sering terjadi. Tamparan, pukulan, dorongan, jambakan, gigitan, sampai melempar sesuatu terhadapmu merupakan bentuk kekerasan fisik yang tak bisa kamu biarkan. Jangan sampai kamu dijadikan objek kekesalannya terhadap sesuatu.

4. Kekerasan Seksual

Perilaku seksual seperti meraba-raba atau mengajak hubungan intim dengan paksaan merupakan bentuk kekerasan seksual. Kalau pacarmu mengatakan “kalau cinta aku, harusnya kamu mau” atau “kalau enggak mau, maka putus” tak diragukan lagi itu merupakan tanda mula kekerasan seksual.

5. Kekerasan atas Hak

Berjalan bersama Embriel. (Foto: Deanda Dewindaru/kumparan)

Jangan mengira bahwa pacarmu mempunyai hak atasmu yang berlebihan. Seperti misalnya ia memiliki kontrol lebih terhadapmu dibandingkan orang tuamu. Itu adalah kekerasan.

Jangan sampai kamu juga diperlakukan bagai objek properti miliknya. Misalnya, kamu dipamerkan ke teman-temannya saat diminta menemaninya main futsal, “Ini lho, pacarku!” Padahal kamu hanya dipajang saja sembari menunggunya main futsal.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57