kumparan
23 Nov 2018 19:00 WIB

5 Tips untuk Menjadi Volunteer Internasional

Alira dan relawan mengerjakan proyek bikin rumah di pedalaman Malaysia pada 2014. (Foto: Istimewa)
Menjadi volunteer (relawan) di tingkat internasional ternyata enggak mesti punya gelar atau uang yang banyak. Hal itu telah dibuktikan oleh cewek bernama Alira Dwipayana yang sejak SMA hingga kuliah sudah mengikuti berbagai event volunteer di luar negeri.
ADVERTISEMENT
Alira sempat bercerita soal pengalamannya menjadi volunteer di berbagai negara seperti Hongkong, Vietnam, dan Brazil di Twitter sampai viral. Penasaran dengan pengalamannya tersebut, kumparan menghubunginya untuk berbagi tips buat kamu yang ingin menjadi volunteer internasional.
Berikut tips yang disampaikan Alira.
1. Percaya diri dan mau belajar
com-Kurang percaya diri (Foto: Thinkstock)
Menurut cewek yang sejak 16 tahun sudah ikut menjadi volunteer internasional itu, kamu harus percaya diri dan selalu mau belajar. Alira pun mengaku bahasa Inggrisnya belepotan di awal ikut volunteer di Singapura.
“Bahasa Asing perlu dan baiknya selalu dilatih, tapi itu bukan segalanya. Dalam aplikasi juga orang lebih dilihat kepribadian dan ketulusannya, ketimbang prestasi akademis atau kemampuan bahasanya,” kata Alira.
2. Baca-baca-baca
“Kadang-kadang orang males baca, misalnya soal hal-hal yang sering ditanyakan terkait volunteer tersebut. Terus tiba-tiba pas pendaftaran salah baca atau salah teknis, itu banyak banget,” tutur cewek 22 tahun itu.
ADVERTISEMENT
Informasi mengenai kegiatan volunteer ini nyatanya enggak berhenti di satu situs online saja. Namun kadang kamu hanya fokus pada situs tersebut. Alira menyarankan kamu untuk membaca tentang satu program volunteer di banyak situs supaya makin jelas informasinya.
3. Tunjukkan potensi diri
Kamu harus percaya diri. (Foto: Thinkstock)
Ketika informasinya sudah lengkap dibaca di banyak situs, maka selanjutnya kamu bisa menyusun strategi terkait apa yang harus kamu tulis di esai persyaratan pendaftaran volunteer.
Saat kamu menulis esai itu kamu harus bisa menjual dirimu. Maksudnya kamu mesti paham bahwa setiap pertanyaan yang diajukan oleh penyelenggara volunteer itu tujuannya untuk mengenal lebih baik potensi dirimu secara keseluruhan.
“Jadi kalau ditanya, ’Ceritakan kesulitan yang pernah kamu alami dalam hidup?’ Kebanyakan orang cuma cerita aja tanpa tujuan, bukannya sambil menunjukkan potensi diri,” ujar mahasiswi jurusan Bisnis di University of Korea itu.
ADVERTISEMENT
4. Jadilah kreatif
Mungkin kita punya banyak alasan untuk tidak ikut program volunteer, salah satunya karena enggak punya uang. Namun Alira mengatakan hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk tak berangkat.
“Kalau gue punya uang, gue enggak akan nekat cari kesempatan jalan-jalan dan volunteer yang gratisan. Enggak akan belajar fundraising atau bahkan, ya, enggak akan sampai ke Korea dengan beasiswa. Kreativitas di saat-saat mepet dan ingin banget itu perlu,” katanya.
5. Galang dana ke orang terdekat
Beri anak contoh bersikap bijak dalam menggunakan uang (Foto: Shutterstock)
Kalau ikut volunteer di mana kamu harus galang dana (fundraising), artinya ada isu-isu yang bisa dijual biar orang mau membantu. Kamu juga enggak perlu mikir bahwa fundraising harus formal menggunakan proposal. Soalnya terlalu berlebihan.
ADVERTISEMENT
“Kirim saja email ke orang-orang terdekat. Sampaikan di sana tentang proyek yang kita kerjakan dan mengapa orang-orang itu harus bantu kita mewujudkan proyek tersebut. Karena kalau kita fundraising ke orang yang kenal, orang itu enggak akan terlalu peduli dengan isunya. Ia lebih tertarik gimana caranya buat bantu kita,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan