kumparan
16 Feb 2019 14:48 WIB

7 Tanda Kamu Terjebak dalam Toxic Relationship

Spesial Konten, Jerat Toxic Relationship. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Enggak ada hubungan percintaan yang 100 persen sempurna. Hubungan kamu dengan pasangan seringkali melewati masa pasang surut.
ADVERTISEMENT
Kadang manis, kadang pahit. Meski senang bisa bersama dengan orang yang dicintai, tak jarang hubungan diwarnai dengan cekcok atau perselisihan.
Enggak jarang, kamu harus menekan ego dan emosi kuat-kuat demi membuat pasangan merasa senang dan dihargai. Mengalah atau adu argumen dengan pasangan memang wajar adanya.
Tapi kamu harus hati-hati agar enggak terjebak dalam toxic relationship. Enggak peduli seberapa cintanya kamu sama si dia, kamu harus peka dan paham batasan hubungan yang sehat.
Biar semakin paham batasannya, kumparan merangkum tujuh tanda kamu terjebak hubungan percintaan yang enggak sehat atau toxic relationship. Apa saja, sih?
Video
1. Enggak punya kehidupan sosial
Sejak pacaran sama si dia, tanpa disadari kamu enggak lagi punya kehidupan sosial selain pacar. Lingkaran pertemanan pun mengecil, karena kamu enggak lagi bebas berteman dengan siapapun yang kamu mau, terutama lawan jenis.
ADVERTISEMENT
Kalau ketahuan berinteraksi dengan sembarang orang, siap-siap saja menghadapi 'perang' dengan si dia. Duh!
2. Sering bohong
Karena ada banyak hak yang dibatasi, kamu otomatis melakukan banyak hal secara sembunyi-sembunyi. Biar enggak ketahuan, kamu pun terpaksa berbohong untuk menutupi banyak hal.
"Hubungan yang sehat itu harus jujur. Kita mau punya media sosial di mana saja, pacar harus tahu. Karena yang namanya takut, cemas, dan panik semuanya merupakan emosi negatif. Kalau kita merasakan itu, artinya hubungan sudah enggak sehat secara mental," terang psikolog klinis dewasa dan relationship expert, Denrich Suryadi, kepada kumparan.
Hal ini enggak cuma berlaku ke pacar, tapi juga teman dan keluarga. Kamu juga terpaksa berbohong ke orang sekitar untuk menyembunyikan masalah yang ada dalam hubungan. Kalau kamu jadi sering berbohong demi si dia, lebih baik evaluasi kembali hubungan kamu.
ADVERTISEMENT
3. Mudah panik dan cemas
Sering bohong dan 'terpaksa' menuruti kemauan si dia, kamu pun dilanda rasa cemas berkepanjangan. Merasa takut kalau-kalau apa yang kamu lakukan bikin pasangan murka. Hati-hati!
4. Banyak kata-kata kasar
Sering menggunakan kata-kata kasar atau hinaan saat bertengkar jadi sinyal kuat kamu berada dalam hubungan beracun. Hubungan yang sehat enggak seharusnya terkontaminasi makian atau kata-kata kasar. Tahukah kamu bahwa ini termasuk dalam kategori kekerasan verbal?
Jika memang kalian saling mencintai, seharusnya bisa memperlakukan pasangan dengan baik dan tutur kata yang halus.
Ilustrasi toxic relationship. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
5. Berubah ke arah negatif
Ini dia rambu yang sering dilewatkan banyak orang. Hubungan yang sehat akan mendorong kamu untuk jadi pribadi yang lebih baik, bukannya mundur ke belakang.
ADVERTISEMENT
Jika sejak bersama dia kamu jadi orang yang malas, suka bohong, murung, bersikap buruk, dan berpikiran negatif, ada baiknya untuk introspeksi hubungan.
"Pokoknya ketika kita merasakan lebih banyak emosi negatifnya ketika kita berurusan dengan pasangan. Harusnya kalau menjalin hubungan dengan orang, kita jadinya berkembang, bukannya malah mundur ke belakang," sambung Denrich.
Perhatikan juga dari segi finansial, akademik, dan karier. Adakah pertumbuhan ke arah yang lebih baik?
6. Sangat bergantung pada pacar
Ketergantungan atau attachment berlebihan pada pacar juga menjadi tanda hubungan sudah enggak sehat, lho. Hubungan sehat dibangun oleh dua pribadi utuh yang saling mendukung satu sama lain. Pasangan ada untuk melengkapi dan menambahkan kebahagiaan yang ada dalam diri kamu.
ADVERTISEMENT
Jadi, buang jauh-jauh ungkapan 'i can't live without you'.
7. Kekerasan fisik
Ini nih, harga mati yang enggak bisa ditawar dalam hubungan percintaan. Apapun bentuknya, kamu harus melindungi diri bila mengalami tindak kekerasan dari pacar. Seperti dipukul, ditampar, ditendang, bahkan dicubit. Segera cari bantuan!
Simak artikel lainnya soal hubungan enggak sehat dalam topik Jerat Toxic Relationship.
Infografik kekerasan dalam pacaran dari tahun ke tahun Foto: Anggoro Fajar/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan